Monitoring dan Panen Kompos
Setelah pelatihan, warga didampingi mahasiswa untuk memantau proses pengomposan, mulai dari pengecekan suhu, warna, hingga tekstur kompos. Pengadukan dilakukan setiap minggu selama tiga minggu sebelum panen.
Sebagai penunjang, pihak desa menerima mesin pencacah kompos yang langsung digunakan dalam demonstrasi pemanenan. Kompos hasil panen dicacah untuk menghasilkan butiran yang lebih halus dan siap kemas.
Edukasi Pengolahan Limbah Organik dan Bank Sampah
Program berlanjut dengan sosialisasi “Edukasi Pengolahan Limbah Organik” pada Rabu, 23 Juli 2025, yang dibawakan oleh Annisa Binta Aulia S. Kegiatan ini dihadiri 39 warga Desa Ngrayudan di Aula Balai Desa.
Materi meliputi cara pengolahan limbah organik yang ramah lingkungan, sosialisasi bank sampah oleh Heroika Dahliana Mahesty, dan pembuatan ecobrick oleh M. Nazriel Afandi R.H. Edukasi ini diharapkan memutus kebiasaan membakar sampah dan mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk bermanfaat.
“Semoga ilmunya bermanfaat dan dapat dipraktikkan oleh warga,” kata Ibu Tatik, salah satu peserta.
Dari Kemasan Hingga Marketplace
