NGAWI – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam Kelompok 51 Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2025, melaksanakan rangkaian program edukasi, pelatihan, dan pemasaran kompos organik di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Program ini mengusung semangat pemberdayaan masyarakat, pengurangan sampah organik, serta dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang lingkungan dan ekonomi desa.

Kegiatan pertama diawali dengan “Sekolah Kompos” pada Minggu, 6 Juli 2025, yang dipandu oleh Delon Tri Widodo bersama dosen pembimbing lapang Ir. Inggit Kresna Maharsih, S.T., M.Sc. Pelatihan ini diikuti 20 peserta yang terdiri dari anggota Persatuan Warga RT Satu dan Dua (PERSADA) selaku pengelola Pasar Desa Ngrayudan, perangkat desa, dan ketua RT setempat.
Peserta mempraktikkan langsung pembuatan pupuk organik padat berbahan lokal seperti serbuk gergaji, sisa sayur, dan kotoran sapi, ditambah aktivator EM4 dan jamur Trichoderma. Kegiatan ini bertujuan mengurangi pembuangan sampah ke sungai, meningkatkan keterampilan warga, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
“Dengan diadakannya pelatihan ini sangat bermanfaat dan memberikan solusi untuk masalah sampah pasar,” ujar Ibu Kharisma, salah satu warga peserta pelatihan.
Panen Kompos
