Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Merdeka Malang (Unmer) yang ditempatkan di RT 27 Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menghadirkan inovasi baru untuk mendukung potensi lokal. Mereka mengembangkan produk sabun mawar dan kopi jahe robusta sebagai upaya meningkatkan nilai jual hasil alam desa sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga.
Salah satu mahasiswa, Aisya Anabila, menjelaskan bahwa program yang dimulai sejak 29 Juli 2025 ini berfokus pada pengolahan sumber daya alam yang tersedia di desa agar memiliki nilai tambah.
“Sabun mawar dibuat dari bunga mawar yang banyak tumbuh di lingkungan Sumbersuko. Sementara kopi robusta kami olah menjadi kopi jahe yang rasanya khas dan cocok dengan hawa sejuk desa ini,” terangnya.
Kepala RT setempat memberikan apresiasi terhadap ide tersebut. Menurutnya, cita rasa kopi jahe yang hangat sangat pas dengan udara dingin Sumbersuko.
“Produk ini bisa jadi identitas desa karena memanfaatkan hasil kebun warga,” katanya.
Hal senada diungkapkan Gatot, warga setempat. Ia menilai inovasi kopi jahe mampu membantu petani kopi lokal di tengah fluktuasi harga.
“Kalau harga kopi greenbean turun, warga bisa mengolahnya jadi kopi jahe dengan nilai jual lebih tinggi. Apalagi banyak wisatawan yang lewat Sumbersuko menuju Gunung Kawi. Kopi jahe bisa jadi buah tangan khas desa,” ungkapnya pada Rabu (13/8).

Dukungan juga datang dari Kelompok Wanita Tani (KWT). Lestari, salah satu anggota KWT, merasa terbantu karena mendapat pendampingan membuat sabun mawar dengan benar.
“Dulu ibu-ibu pernah coba bikin, tapi gagal karena takarannya salah. Alhamdulillah, sekarang berkat KKN Unmer Malang, kami jadi tahu cara yang tepat sehingga bisa menghasilkan sabun yang bermanfaat dan bernilai jual,” ujarnya.
Mahasiswa berharap inovasi sabun mawar dan kopi jahe ini tidak berhenti saat program KKN selesai. Mereka ingin warga dapat terus mengembangkannya menjadi produk unggulan Desa Sumbersuko yang mampu mendukung perekonomian lokal.
