Gresik — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Daerah Gresik-Lamongan menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) sebagai bagian dari agenda strategis organisasi.
Kegiatan ini meliputi pelantikan pengurus daerah, penyusunan program kerja, serta penguatan sinergi antar anggota demi kemajuan sekolah Islam terpadu di wilayah Gresik dan Lamongan.
Ketua JSIT Daerah Gresik-Lamongan, Mulyono, M.Pd, secara resmi melantik jajaran pengurus baru dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya tema Mukerda tahun ini, yaitu “Berkolaborasi dan Berinovasi Menuju Penguatan Sekolah Islam.”
Menurutnya, tema tersebut diharapkan menjadi ruh dalam setiap langkah dan program yang akan dijalankan selama masa kepengurusan.
“Mukerda ini bukan hanya forum seremonial, tetapi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi nyata demi kemajuan sekolah Islam terpadu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar bahwa dalam lima tahun ke depan, Sekolah Islam Terpadu di Lamongan dapat berkembang lebih pesat dan berdiri secara mandiri, sehingga memungkinkan terbentuknya JSIT daerah Lamongan tersendiri.

Selain agenda utama, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian informasi terkait produk-produk JSIT wilayah, seperti kain, baju, dan buku.
Pemaparan tersebut disampaikan oleh Aniur Rokhim, S.Pd.I dari JSIT wilayah. Produk-produk tersebut merupakan hasil kolaborasi yang tidak hanya memperkuat identitas organisasi, tetapi juga berpotensi mendukung penguatan keuangan daerah.

Mukerda berlangsung dengan penuh antusiasme peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, serta pengurus sekolah Islam terpadu se-Gresik dan Lamongan.
Dengan semangat kebersamaan dan visi yang kuat, hasil Mukerda ini diharapkan menjadi pijakan dalam mewujudkan sekolah Islam terpadu yang unggul, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Penulis: Nur Baiti, S.Pd
