GRESIK – Program Integrasi Pengabdian kepada Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surabaya Tahun 2025 secara resmi ditutup pada Selasa, 5 Agustus 2025. Penutupan berlangsung khidmat di Balai Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian KKN UNU Surabaya yang telah dilaksanakan selama beberapa pekan, melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan, khususnya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan FKIP Universitas NU Surabaya, di antaranya Dekan FKIP Dr. Thamrin Hidayat, Wakil Dekan, Ketua Prodi PGSD, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta sejumlah dosen lainnya. Hadir pula Kepala Desa Mojosarirejo, Bapak Sukendah, S.H., bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, tamu undangan, dan seluruh peserta mahasiswa KKN 2025.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Mojosarirejo menyampaikan apresiasi tinggi terhadap seluruh mahasiswa KKN yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami merasa sangat terbantu. Mahasiswa UNU Surabaya telah menghadirkan program-program edukatif, sosial, dan kemasyarakatan yang berdampak langsung pada warga kami,” ujar Sukendah.
Penutupan KKN dilakukan secara resmi oleh Dekan FKIP Dr. Thamrin Hidayat. Ia menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa sebagai calon guru dan pemimpin masa depan.
“Pengalaman di lapangan adalah bekal penting. Mahasiswa tak hanya belajar teori, tapi juga praktik hidup bermasyarakat. Mereka belajar berempati, berkomunikasi, dan mengelola program,” jelasnya.
Momen mengharukan terjadi saat Fildhatus Ilmi, salah satu peserta KKN, membacakan kesan dan pesan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berharga yang diberikan.
“Kami banyak belajar dari masyarakat: nilai gotong royong, tanggung jawab, dan pentingnya peduli terhadap sesama,” ucapnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto kenang-kenangan yang diikuti seluruh peserta dan warga desa. Suasana hangat dan akrab menggambarkan keberhasilan program KKN dalam menjembatani kampus dan masyarakat.
