Pasuruan – Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Wonojati, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, menggagas program unggulan bertajuk “Literasi Lestari: Dongeng Jadi Gerakan Hijau”. Program ini digelar selama dua hari, pada 24–25 Juli 2025, berlokasi di SDN Wonojati, dan mendapat sambutan hangat dari siswa serta guru.
Mengusung konsep literasi ramah lingkungan, Literasi Lestari menyasar siswa sekolah dasar dengan pendekatan yang menggabungkan storytelling (membaca cerita anak) dan aktivitas permainan edukatif. Tujuannya tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga menanamkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Dalam kegiatan Sesi Baca Cerita, mahasiswa membacakan buku “Jaga Alam dengan Tradisi Nusantara” secara ekspresif, lalu membuka ruang diskusi interaktif yang mengaitkan isi cerita dengan realita lingkungan sekitar. Anak-anak diajak berpikir kritis, menyampaikan pengalaman pribadi, dan berdiskusi tentang upaya menjaga kebersihan serta kekayaan alam desa mereka.
Sementara itu, Sesi Interaktif menghadirkan berbagai permainan edukatif yang membahas pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Anak-anak juga diajak menelusuri alam desa, serta membuat minizine — buku kecil buatan sendiri — yang berisi pesan-pesan lingkungan berdasarkan pengamatan mereka.
“Kami ingin anak-anak di Desa Wonojati tidak hanya paham pentingnya menjaga alam, tapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Kami mulai dari SDN Wonojati, dengan harapan kelak mereka bisa menularkan semangat cinta alam ini kepada teman-temannya,” ujar salah satu mahasiswa KKN UNEJ.
Kegiatan ini juga menjadi solusi positif untuk mengurangi waktu layar (screen time) anak-anak. Melalui metode belajar yang menyenangkan dan melibatkan interaksi langsung, siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan bersemangat mengikuti pembelajaran.
Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan tingginya antusiasme peserta, program Literasi Lestari menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak harus kaku. Justru melalui dongeng, permainan, dan aktivitas kreatif, nilai-nilai pelestarian alam bisa ditanamkan secara membumi dan menyenangkan.
