Selasa, 21 April 2026
  • Login
jsit-jatim
  • Kiprah
    • Profile
    • Program
  • Artikel
  • Profil SIT
  • Download
    • Logo Resmi
    • Foto Resmi Pengurus Pusat
No Result
View All Result
jsit-jatim
No Result
View All Result
Home Ragam

Bukan Sekadar Bayar Pajak: Misi Baru Sidoarjo Bangun Kesadaran Lewat Dunia Digital

kontributor jsit by kontributor jsit
2025/11/14 | 04:46
in Ragam
Reading Time: 3 mins read
0
Bukan Sekadar Bayar Pajak: Cara Baru Sidoarjo Menyadarkan Warganya di Era Digital

Bukan Sekadar Bayar Pajak: Cara Baru Sidoarjo Menyadarkan Warganya di Era Digital

0
SHARES
231
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Di tengah semangat peringatan Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah tak biasa: menggelar lomba bertema perpajakan daerah. Melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD), pemerintah ingin mengajak generasi muda memaknai pajak bukan sebagai beban, melainkan bentuk nyata kontribusi warga untuk membangun daerah. Pesan yang ingin disampaikan sederhana—tanpa pajak, tidak ada pembangunan.

Related Posts

Mahasiswa KKN Universitas Merdeka Malang Dorong Ekonomi Kreatif Desa Lewat Inovasi Sabun Mawar dan Kopi Jahe

Promosikan Potensi Lokal, Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Produksi Video Desa Ngrayudan

Sampah Jadi Berkah! Mahasiswa KKN Unej Hadirkan Solusi Melalui Bank Sampah Wonojati

Akhir Program KKN UNU Surabaya 2025 di Mojosarirejo, Dekan FKIP: Mahasiswa Adalah Agen Perubahan

Bukan Sekadar Angka

BPPD Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesadaran publik tentang pentingnya pajak daerah. Upaya ini membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Berdasarkan data resmi per November 2025, penerimaan pajak daerah Sidoarjo telah mencapai Rp1,1 triliun, atau sekitar 92 persen dari target tahunan.

Capaian ini tidak hanya menunjukkan efektivitas sistem pemungutan pajak, tetapi juga hasil kerja keras petugas lapangan yang terus berinovasi dalam memberikan layanan. BPPD membuka loket-loket pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sekitar permukiman warga, menggelar sosialisasi rutin di berbagai wilayah, serta memperkenalkan Aplikasi Pajak Daerah Sidoarjo (APDS) sebagai solusi digital pembayaran pajak.

Namun, di balik catatan positif tersebut, masih ada pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan: rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak secara sukarela.

Antara Sistem yang Efisien dan Kesadaran yang Belum Terbentuk

Selama ini, penerimaan pajak yang tinggi lebih banyak bergantung pada sistem pemungutan yang efisien—bukan karena tumbuhnya kesadaran warga. Banyak masyarakat membayar pajak karena merasa terpaksa, bukan karena merasa berkewajiban.

Kasus yang sering ditemui adalah warga yang menunda pembayaran PBB bertahun-tahun, karena merasa tidak akan mendapat sanksi berarti. Bahkan, sebagian besar penerimaan terbesar berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB), yang notabene terjadi karena transaksi jual beli di notaris, bukan kesadaran membayar pajak secara pribadi.

Ketergantungan pada sistem formal seperti ini tentu tidak sehat dalam jangka panjang. Pemerintah bisa kehilangan potensi penerimaan jika kesadaran pajak sukarela tidak segera dibangun.

Opsen PKB dan BBNKB: Ketika Salah Paham Jadi Masalah

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Daerah pada 5 Januari 2025, masyarakat Sidoarjo dihadapkan pada istilah baru: Opsen PKB dan BBNKB. Opsen ini sejatinya merupakan mekanisme pembagian pajak antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, bukan pungutan tambahan.

Namun di lapangan, banyak warga salah paham. Mereka mengira Opsen adalah “biaya baru” yang menambah jumlah pembayaran. Padahal, jumlah pajak yang dibayarkan tetap sama—yang berbeda hanyalah pembagiannya. Pemerintah provinsi mendapat bagian dari PKB dan BBNKB, sementara kabupaten/kota menerima bagian dari Opsen.

Kesalahpahaman ini menyebar cepat, terutama di media sosial dan percakapan informal. Minimnya sosialisasi yang jelas memperburuk keadaan. Akibatnya, sebagian masyarakat menilai kebijakan baru ini sebagai bentuk pungutan tambahan yang memberatkan.

Membangun Kesadaran Pajak Lewat Jalur Digital

BPPD Sidoarjo perlu mengambil pendekatan baru untuk menjangkau publik, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan dunia digital. Ada dua langkah strategis yang bisa dijalankan:

1. Optimalisasi Media Sosial
Media sosial bukan sekadar alat promosi, tetapi kanal komunikasi publik yang paling efektif saat ini. BPPD bisa meniru strategi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan membuat konten singkat, edukatif, dan mudah dicerna. Kolaborasi dengan influencer atau kreator konten lokal dapat membantu memperluas jangkauan informasi dan membentuk persepsi positif tentang pajak.

2. Kembangkan APDS Menjadi Platform Interaktif
Aplikasi Pajak Daerah Sidoarjo (APDS) memiliki potensi besar untuk menjadi pusat komunikasi dua arah. Selain sebagai sarana pembayaran pajak, APDS dapat ditingkatkan dengan fitur tanya jawab interaktif dan pengaduan online. Fitur ini memungkinkan masyarakat mendapatkan klarifikasi langsung mengenai kebijakan pajak tanpa perlu datang ke kantor BPPD. Dengan demikian, kesalahpahaman seperti kasus Opsen bisa diminimalisir sejak awal.

Generasi Muda, Agen Perubahan Budaya Pajak

Tantangan terbesar dalam dunia perpajakan bukan sekadar soal teknologi, melainkan soal mentalitas dan kesadaran publik. Untuk itu, melibatkan generasi muda menjadi langkah penting. Mereka adalah calon pembayar pajak masa depan yang harus memahami bahwa pajak adalah bentuk nyata cinta terhadap daerah.

Melalui strategi digital dan pendekatan edukatif, BPPD Sidoarjo berpeluang besar menciptakan budaya pajak yang sehat—budaya yang tumbuh bukan karena paksaan, tetapi karena kesadaran. Pajak bukan lagi dianggap beban, melainkan kontribusi untuk kemajuan bersama.

Penulis: Bagus Budi Bowo Leksono

Tags: Bagus Budi Bowo Leksonopajak sidoarjo
kontributor jsit

kontributor jsit

RekomendasiBerita

Ragam

Sekolah Perempuan dan Talkshow BEM Untag Soroti Keadilan Gender dan Pemberdayaan Perempuan

by kontributor jsit
24 Juni 2025
0
92

SURABAYA — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar kegiatan Sekolah Perempuan dan Talkshow bertema “Hambatan, Tantangan,...

Read more

Gandeng Posyandu, Mahasiswa UNUSA Tingkatkan Kesadaran Gizi Warga Mojosarirejo Gresik

31 Juli 2025
37

Mahasiswa KKN Universitas Merdeka Malang Dorong Ekonomi Kreatif Desa Lewat Inovasi Sabun Mawar dan Kopi Jahe

16 Agustus 2025
59

Akhir Program KKN UNU Surabaya 2025 di Mojosarirejo, Dekan FKIP: Mahasiswa Adalah Agen Perubahan

6 Agustus 2025
22

Langkah Awal Pengabdian: Mahasiswa KKN 093 Desa Gugut Laksanakan Observasi Lapangan dan Sosialisasi Program

23 Juli 2025
95
Next Post

Naik 1.625 Mdpl! Detik-Detik Pramuka SIT Jatim Tembus Puncak Kendil dalam Kembara 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

headline

180 Peserta Ikuti Bimtek Akreditasi 2026, JSIT Jatim Siapkan Sekolah Lebih Matang

by kontributor jsit
5 April 2026
0
94

SURABAYA— JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sukses Akreditasi 2026 pada Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan...

Read more

JSIT Gresik-Lamongan Optimistis Lamongan Bisa Berdiri Mandiri

Mukerda JSIT Mojokerto Raya, Bersinergi untuk Pendidikan Indonesia

Mukerda JSIT Bondowoso-Situbondo Optimistis Bangun Pendidikan Berkualitas

Audiensi JSIT Probolinggo dan Disdikbud, Bahas Peningkatan Mutu Pendidikan

PAUD Lebah Tulungagung Ikuti Gebyar PAUD 2026, Angkat Tema “Kreatifitas Alam Kecilku”

JSIT Daerah Ngawi Sukses Gelar Mukerda 2026, Fokuskan Kolaborasi dan Penambahan SIT baru

Load More

Popular Posts

Terbaru! Cara Mendapatkan NRG Setelah Lulus PPG dan Jadwal Penerbitannya

by Anjaya Wibawana
2 Juni 2025
1
12.3k

Inilah Kumpulan Falsafah Pendidikan Gontor yang Menginspirasi Pimpinan SIT se-Jatim

by Anjaya Wibawana
8 Februari 2025
0
8.4k

Tanpa Andalkan SPP, Gontor Sejahterakan Guru Lewat Unit Usaha

by admin
8 Februari 2025
0
4.8k

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia Wilayah Jawa Timur, Pusat penggerak dan pemberdayaan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia menuju sekolah efektif dan bermutu

Facebook Youtube Instagram

© 2025 JSIT  Indonesia Wilayah Jawa Timur

  • Dewan Redaksi | Ketentuan Web | Kebijakan Umum
No Result
View All Result
  • Artikel Anggota
  • Berita
  • Cari Anggota
  • Download
  • Grup Anggota Default
  • JSIT Jawa Timur – Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Berita
  • Keislaman
  • Kiprah
  • Kirim Artikel Baru
  • Login
  • Lupa Kata Sandi
  • Pendaftaran
  • Privacy Policy
  • Profil Saya
  • Profile
  • Program
  • Semua Grup
  • Syarat dan Ketentuan Web
  • Anggota

© 2023 jsit-jatim.com | - Media Digital JSIT Membangun Branding & Menebarkan Inspirasi by jsit-jatim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In