Jember – Penerjunan Mahasiswa KKN Kolaboratif Kabupaten Jember tahun 2025 resmi dilaksanakan di Alun-Alun Jember. Acara ini diawali dengan upacara simbolis oleh Pemerintah Kabupaten Jember dan sambutan dari Koordinator KKN Kolaboratif 2025, perwakilan rektor PTN dan PTS se-Kabupaten Jember, serta Bupati Jember, Gus Fawait.
Dalam sambutannya, Bupati Jember menekankan pentingnya kontribusi mahasiswa dalam program bertema “KKN Desa Cinta”. Program ini bertujuan untuk mendukung pencapaian Desa Cerdas, Desa Inklusi, dan Desa Tangguh, dengan fokus utama pada penanggulangan kemiskinan ekstrem. “Saya minta tolong kepada adik-adik mahasiswa untuk bersinergi dengan Pemkab Jember, membantu mengurai kemiskinan dengan berbagai cara,” ujar Bupati Jember, Gus Fawait.
Mahasiswa KKN-K 093 yang ditempatkan di Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, berasal dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang keilmuan. Mereka disambut langsung oleh Kepala Desa Gugut, Pusriyanto, beserta perangkat desa. Pada hari pertama, mahasiswa melakukan observasi dan penggalian data lapangan sebagai langkah awal pelaksanaan program.
“Saya berharap KKN ini menjadi ajang tukar pikiran antara mahasiswa dan masyarakat, agar dapat saling belajar dan menemukan solusi terbaik untuk kemajuan desa,” ujar Pusriyanto.
Observasi dilakukan melalui kunjungan dan wawancara dengan Kepala Dusun, Ketua Kelompok Tani, dan Kader Posyandu. Hasil observasi menunjukkan bahwa Desa Gugut memiliki potensi sumber daya air yang melimpah dan hasil alam yang beragam. Namun, tantangan juga ditemukan, seperti tingginya angka penderita diabetes dan hipertensi, serta rendahnya literasi warga dalam penggunaan layanan administrasi digital.
Informasi tersebut menjadi dasar penyusunan program kerja utama KKN, yang difokuskan pada bidang kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh rencana kerja dirancang dalam kerangka Business Model Canvas (BMC) untuk menjamin pelaksanaan yang sistematis dan terarah.
Pada 21 Juli 2025 pukul 15.00 WIB, mahasiswa menggelar sosialisasi program kerja di Balai Desa Gugut. Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 peserta, termasuk kepala dusun, pengurus RW, dan perwakilan warga. Mahasiswa memaparkan berbagai program yang akan dilaksanakan selama masa KKN.
Masyarakat memberikan respons positif terhadap program yang ditawarkan. Beberapa tokoh desa turut memberikan masukan yang konstruktif guna mendukung keberhasilan dan keberlanjutan kegiatan. Mahasiswa mencatat masukan tersebut sebagai bentuk adaptasi dan upaya peningkatan efektivitas program.
Kegiatan KKN 093 Desa Gugut ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan.
