Suasana dingin pagi di Magetan tak menyurutkan langkah para peserta Kembara 2025. Justru dari sinilah kisah keberanian dan ketangguhan delapan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Timur bermula. Di hari kedua, mereka bersiap untuk misi yang tak biasa: menaklukkan puncak Kendil setinggi 1.625 meter di atas permukaan laut.
Tak banyak yang tahu, perjalanan ini bukan sekadar mendaki. Ada semangat, kekompakan, dan ketahanan mental yang diuji sepanjang jalur menanjak. Setiap langkah menjadi pengingat bahwa hidup tidak hanya butuh tenaga, tetapi juga tekad yang tidak gampang runtuh.
Dari Bumi Perkemahan Alastowo, rombongan bergerak menuju Taman Wisata Genilangit. Jalur yang semakin menanjak tak membuat langkah mereka goyah. Keringat bercucuran, napas terengah, namun senyum tetap terjaga. Begitu tiba di Puncak Kendil, rasa lelah seolah terbayar lunas. Hamparan alam Kabupaten Magetan terlihat begitu megah dari ketinggian. “Masya Allah,” ujar salah satu peserta sambil menatap cakrawala, “ini adalah ciptaan-Nya yang menakjubkan.”
Pendakian ini juga menjadi ruang belajar alami bagi para Pramuka Penegak. Perjalanan yang panjang dan berliku memberi pelajaran tentang ketangguhan, kesabaran, dan arti berjuang bersama. Selain sebagai latihan fisik, momen ini mengingatkan mereka bahwa hidup adalah perjalanan panjang yang hanya bisa ditempuh dengan keberanian.
Sebelum mendaki, para peserta dibekali ilmu survival dari Peltu Suroto, Koramil 08 Barat Kodim 0804 Magetan. Ia menjelaskan makna SURVIVAL secara unik dan mudah diingat:
S (Sadar), U (Utamakan tetap hidup), R (Rasa takut dihilangkan), V (Vitalitas ditingkatkan), I (Ingin Tetap Hidup), V (Variasi alam dimanfaatkan), A (Asal mengerti dan berlatih), dan L (Lancar).
Materi itu menjadi bekal mental yang penting sebelum mereka menyusuri jalur mendaki.
Delapan sekolah yang mengikuti Kembara 2025 adalah:
- SMAIT Darut Taqwa Ponorogo
- SMAIT Al Uswah Bangil Pasuruan
- MAIT Insan Kamil Sidoarjo
- SMA IT Robbani Malang
- SMKIT Nurul Fikri Trenggalek
- MA Permata Mojokerto
- MAIT Baitul Quran Al Jahra Magetan
- SMAIT Al Uswah Surabaya
Pinsakoda Pramuka SIT Jawa Timur, Kak S. Winarko S.S, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting setelah lama vakum akibat pandemi Covid-19. “Semoga Kembara seperti ini terus diagendakan. Manfaatnya besar sekali bagi adik-adik Penegak,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kwarcab Magetan melalui Kak Purwanto, M.Pd., yang hadir langsung di lokasi kegiatan. “Semoga berjalan sesuai rencana dan adik-adik senang,” katanya.

Harapan untuk masa depan pun mengalir. Kembara berikutnya diinginkan dapat diikuti oleh seluruh Penegak Sako SIT Jawa Timur. Selain melatih ketangguhan dan kemandirian, kegiatan ini juga menjadi pengikat ukhuwah antar sekolah.
Pada akhirnya, Kembara 2025 bukan hanya tentang mencapai puncak Kendil. Ini tentang menapaki perjalanan yang penuh nilai, membentuk karakter, memperkuat iman, dan menanamkan keyakinan bahwa setiap perubahan zaman bisa dihadapi dengan satu langkah tegap dan sejuta inspirasi.
