MALANG – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di PAUDIT Insan Permata Malang berlangsung berbeda. Ratusan orang tua, terutama para ayah, tampak mengantar putra-putrinya ke sekolah sebagai bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak, sebuah program yang mendorong keterlibatan ayah dalam mendampingi pendidikan anak sejak usia dini.
Kehadiran para ayah menjadi pemandangan yang mewarnai pembukaan tahun ajaran baru sekaligus menegaskan pentingnya sinergi keluarga dan sekolah dalam menciptakan pengalaman belajar pertama yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak.
Kepala PAUDIT Insan Permata Malang, Evrilia Iryanti, S.Pd., mengatakan MPLS Ramah dilaksanakan selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan mengusung tema “PAUD-ku Menggembirakan”.
Menurutnya, tema tersebut dipilih untuk membantu peserta didik menjalani masa transisi dari lingkungan rumah menuju sekolah melalui berbagai aktivitas yang ramah anak, penuh kasih sayang, dan menyenangkan.
“Hari pertama sekolah merupakan fase penting bagi anak usia dini. Kehadiran ayah dapat memberikan rasa aman, membangun kepercayaan diri, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses pendidikan anak,” ujarnya.

PAUDIT Insan Permata Malang juga menindaklanjuti imbauan Dinas Pendidikan mengenai Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah. Program tersebut telah disosialisasikan kepada orang tua melalui kegiatan orientasi sebelum MPLS dimulai.
Dalam pertemuan tersebut, sekolah mengajak orang tua, khususnya para ayah, untuk hadir mengantar anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam pengasuhan dan pendidikan.
Ajakan itu mendapat respons positif. Berdasarkan evaluasi sekolah, sekitar 90 persen peserta didik datang didampingi ayah mereka.
“Alhamdulillah, antusiasme orang tua sangat baik. Sekitar 90 persen anak diantar langsung oleh ayahnya pada hari pertama sekolah. Sebagian lainnya berhalangan karena ayah bekerja di luar kota atau memiliki tugas yang tidak dapat ditinggalkan,” kata Evrilia.
Pelaksanaan MPLS tidak hanya berisi pengenalan ruang kelas maupun lingkungan sekolah. Berbagai kegiatan dirancang agar anak dapat beradaptasi secara bertahap tanpa tekanan.
Setiap pagi, kegiatan diawali dengan Pagi Ceria, berupa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan senam bersama. Selanjutnya, anak-anak dikenalkan dengan guru, teman sebaya, serta berbagai fasilitas sekolah melalui aktivitas bermain sambil belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun rasa nyaman sekaligus menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.
Bagi PAUDIT Insan Permata Malang, keterlibatan ayah dalam mengantar anak bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran orang tua, khususnya ayah, menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan karakter sejak usia dini serta memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan anak saat memasuki lingkungan baru.
Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak yang dipadukan dengan MPLS Ramah 2026, PAUDIT Insan Permata Malang menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang berpusat pada kebutuhan anak sekaligus memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi yang mandiri, berkarakter Islami, dan siap tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta berakhlak mulia.
