Sementara itu, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Moch Edris Effendi, menyampaikan bahwa Munas VI kali ini diikuti oleh ribuan pendidik, kepala sekolah, pengelola yayasan, hingga pegiat pendidikan dari seluruh penjuru tanah air.
Mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi dalam Membentuk Ekosistem Pendidikan Islam yang Modern”, Munas VI JSIT tidak sekadar menjadi forum pengambilan keputusan strategis dan pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Munas menjadi ajang silaturahmi intelektual dan pertukaran ide untuk memperkuat peran sekolah Islam terpadu dalam membangun masa depan bangsa.

Selama empat hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan utama Munas VI mencakup:
- Sidang Organisasi JSIT Indonesia untuk membahas arah kebijakan strategis ke depan;
- Seminar Nasional dan Kelas Inspiratif seputar inovasi pembelajaran, manajemen pendidikan, hingga integrasi teknologi dalam pendidikan Islam;
- Ekspo Pendidikan Islam Terpadu yang menampilkan karya dan produk unggulan sekolah anggota JSIT;
- Peluncuran Program Strategis sebagai bagian dari roadmap jangka panjang;
- Dan puncaknya, Pemilihan Ketua Umum JSIT Indonesia Periode 2025–2029.
Dengan semangat kolaborasi lintas wilayah dan penguatan ekosistem pendidikan Islam yang progresif dan inklusif, Munas VI JSIT Indonesia di Makassar menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan Islam yang relevan dengan zaman. Kota Makassar, dengan semangat pembaruannya, menjadi simbol optimisme akan lahirnya kebijakan dan kepemimpinan baru yang membawa kemajuan nyata.
