SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menerima audiensi jajaran Pengurus Wilayah Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Timur, Selasa (4/6). Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama strategis demi peningkatan mutu pendidikan di Jatim, khususnya yang berbasis nilai-nilai karakter dan keislaman.

Dalam pertemuan yang dikutip dari akun resmi media sosial Dinas Pendidikan Jatim itu, Aries menekankan pentingnya sinergi antara Dindik Jatim dan JSIT Indonesia dalam berbagai program pendidikan. Salah satunya terkait penanaman nilai karakter lewat pendekatan pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai keislaman.
“Sekolah Islam Terpadu memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya dalam pelajaran olahraga, anak-anak diajarkan tidak sekadar berkompetisi, tapi juga nilai empati. Ketika ada teman terjatuh, mereka diajarkan untuk membantu. Ini pendidikan karakter yang luar biasa,” jelas Aries.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Moch. Edris Effendi, menyampaikan bahwa saat ini ada lebih dari 400 sekolah anggota JSIT di Jatim—jumlah terbanyak kedua secara nasional setelah Jawa Tengah.
Edris juga memanfaatkan kesempatan itu untuk berdiskusi terkait arah kebijakan pendidikan di Jatim. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi kepala sekolah, perijinan pendirian SMA, penguatan kualitas pengajaran dengan pendekatan deep learning, serta pengembangan karakter peserta didik yang menjadi ciri khas pendidikan SIT.

“Kami siap mendukung program-program strategis Dindik demi kemajuan pendidikan di Jawa Timur,” ungkap Edris.
Audiensi berlangsung hangat dan produktif, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan lembaga pendidikan berbasis nilai.
