Surabaya – Angka partisipasi Final Olimpiade Sekolah Islam Terpadu (OLSIT) Jawa Timur 2025 menorehkan rekor baru. Sebanyak 872 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti babak final yang digelar serentak pada Minggu, 28 September 2025, di 27 JSIT Daerah se-Jawa Timur.
Jumlah ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan OLSIT di Jawa Timur. Antusiasme siswa dan sekolah anggota SIT (Sekolah Islam Terpadu) semakin menguat, sejalan dengan pertumbuhan jumlah sekolah yang kian pesat.
“Semoga acara Final OLSIT hari Ahad ini diberikan kelancaran semuanya, para peserta diberikan kemudahan untuk mengerjakan semua soalnya, tetap menjaga nilai kejujuran, dan diberikan hasil yang terbaik sesuai perjuangannya. Semoga semua panitia di 27 JSIT Daerah dan Wilayah diberikan kesehatan dan keberkahan atas segala urusannya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin,”
ujar Ustad Moch Edris Effendi, ST, M.PDSM, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur.
Dominasi Surabaya dan Tren SD
Dari 872 peserta, Surabaya menyumbang peserta terbanyak dengan 159 siswa. Gresik menempati posisi kedua dengan 79 Peserta, disusul Mojokerto (75), Pacitan (60), dan Sidoarjo (49).

Jika dilihat dari jenjang pendidikan, SD mendominasi dengan 421 peserta, disusul SMP 324 peserta, dan SMA 127 peserta. Data ini menunjukkan betapa kuatnya antusiasme generasi usia dini SIT untuk mengasah prestasi sejak bangku sekolah dasar.
Pertumbuhan SIT di Jawa Timur
Hanya berselang sebulan sebelum final, pada 28 Agustus 2025 lalu, Ketua JSIT Jawa Timur merilis jumlah sekolah anggota SIT di provinsi ini sudah mencapai 438 sekolah. Ia berharap angka tersebut segera tembus 450 sekolah dalam waktu dekat.

Menurutnya, salah satu strategi untuk menumbuhkan jumlah SIT adalah lewat event besar seperti Olimpiade SIT. Selain memacu prestasi siswa, lomba ini juga memperkuat identitas sekolah SIT sebagai komunitas pendidikan Islam modern yang kompetitif.
Silaturahmi dan Harapan ke Depan
Lebih dari sekadar kompetisi, Final OLSIT 2025 juga menjadi ajang silaturahmi guru, siswa, dan wali murid dari berbagai penjuru Jawa Timur. Kehangatan interaksi di ruang-ruang final lomba mencerminkan bahwa SIT bukan hanya mencetak prestasi, tetapi juga membangun ukhuwah.

Dengan rekor partisipasi tahun ini, JSIT Jawa Timur optimistis OLSIT akan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan SIT, baik dari sisi kualitas akademik maupun jumlah sekolah.
