JEMBER – Bukan sekadar lomba. LAGA IV Sako Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Timur, yang digelar pada 23–25 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan PPG Wisata Pinus Sidomulyo, Jember, menjadi ajang pembentukan karakter, kemandirian, dan spiritualitas bagi 950 Pramuka Penggalang dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Di bawah rimbun pepohonan pinus dan udara sejuk lereng Argopuro, para penggalang SIT tak hanya diuji dalam Scout Challenge, LKBB, Pionering, dan Lomba Vlog, tetapi juga dalam keteguhan nilai-nilai keislaman dan semangat kebangsaan yang mereka bawa ke setiap kegiatan.
Kegiatan ini mempertemukan regu-regu terbaik hasil seleksi dari tiap Sakocab (Satuan Komunitas Cabang). Ketua Pimpinan Sako SIT Jawa Timur, Kak H. S. Winarko, menjelaskan bahwa LAGA IV menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah antar pelajar SIT yang berasal dari berbagai penjuru Jawa Timur.
“LAGA ini bukan hanya soal kompetisi. Ini adalah wadah silaturahmi, pembelajaran, dan pembentukan karakter. Di sinilah anak-anak kita belajar arti ukhuwah, kerja sama, dan tanggung jawab sebagai calon pemimpin bangsa,” ujar Kak Winarko.
Suasana perkemahan yang kental dengan semangat islami membuat LAGA IV terasa berbeda dari perkemahan pramuka pada umumnya. Setiap harinya, peserta memulai aktivitas dengan dzikir pagi dan tilawah Al-Qur’an, lalu melaksanakan shalat berjamaah di bawah tenda besar. Malam hari diisi dengan qiyamul lail dan refleksi spiritual, menjadikan seluruh rangkaian kegiatan ini sebagai sarana pembentukan kepribadian yang paripurna — insan kamil.
Apresiasi tinggi datang dari Sekretaris Kwarda Jawa Timur, Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si, yang turut hadir dalam pembukaan acara. Ia menyebut bahwa JSIT Jawa Timur melalui Sako SIT telah memberi warna baru dalam dunia kepramukaan di Indonesia.

“Saya melihat Pramuka SIT ini bukan hanya tangguh dan cerdas, tetapi juga beriman dan bertakwa. Integrasi antara nilai Islam dan kepramukaan seperti ini luar biasa — saling menguatkan dan membentuk karakter sejati,” ungkap Kak Bambang.
Ia menambahkan, kegiatan seperti LAGA IV merupakan laboratorium karakter bangsa, tempat generasi muda belajar disiplin, tangguh, serta menjunjung tinggi nilai moral dan spiritual.
“Peserta LAGA ini adalah calon pemimpin Indonesia Emas. Mereka ditempa bukan hanya untuk menang lomba, tapi untuk menjadi manusia yang siap memimpin dengan akhlak dan keteladanan,” ujarnya.
Selain kegiatan lomba dan pembinaan karakter, panitia juga menghadirkan suasana edukatif yang menyenangkan melalui pentas seni, senam bersama, serta kegiatan memasak di alam terbuka. Di sela-sela aktivitas, para peserta saling berbagi kisah, menguatkan semangat, dan belajar makna ukhuwah di tengah tenda-tenda yang berdiri di antara pepohonan pinus.
Di malam hari, pentas seni menjadi simbol kreativitas tinggi para penggalang SIT Jawa Timur — generasi yang tidak hanya pandai berpikir, tapi juga kuat iman, berakhlak, dan siap menjadi pelopor kebaikan di masa depan.
LAGA IV di Jember bukan sekadar perkemahan. Ia adalah perjalanan spiritual dan karakter yang akan dikenang oleh setiap peserta sebagai bagian dari perjalanan menuju insan beriman, berilmu, dan beraksi untuk negeri.
