SURABAYA – Penguatan karakter guru dan siswa menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang 2 Pembinaan Karakter Guru dan Siswa JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur yang digelar di Gedung Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Ahad-Senin (14-15/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 94 peserta yang terdiri atas Ketua Bidang 2 JSIT Daerah se-Jawa Timur, Penanggung Jawab (PJ) Bina Pribadi Islam (BPI) SMAIT, serta PJ BPI SMPIT.
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Moch Edris Effendi, ST., M.PSDM., dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh proses pendidikan adalah terjadinya perubahan akhlak dan karakter peserta didik.
“Goal akhir pendidikan bukan sekadar capaian akademik, tetapi perubahan karakter dan akhlak. Karena itu, program utama yang harus menjadi perhatian seluruh Sekolah Islam Terpadu adalah Bina Pribadi Islam (BPI),” tegas Edris di hadapan peserta rakor.

Menurutnya, JSIT Indonesia terus melakukan penguatan sistem pembinaan karakter melalui BPI. Jika sebelumnya BPI lebih banyak berfokus pada pembinaan siswa, kini cakupannya diperluas hingga menyentuh guru dan orang tua sebagai bagian penting dalam ekosistem pendidikan.
“BPI tidak lagi hanya mengelola pembinaan siswa. Ke depan, guru dan orang tua juga menjadi bagian dari sistem pembinaan yang harus berjalan secara terintegrasi,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, JSIT juga mulai menata struktur BPI secara lebih sistematis dengan adanya penanggung jawab khusus untuk pembinaan guru dan pembinaan siswa di setiap sekolah.
Selain membahas penguatan karakter, Edris juga menyinggung perkembangan strategi dakwah yang kini mulai mengarah pada pendekatan kultural. Menurutnya, terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian, yakni dakwah berbasis sekolah-pesantren dan dakwah kampus sebagai bagian dari penguatan peradaban Islam.
“Pendekatan dakwah saat ini terus berkembang. Selain dakwah struktural, kita juga perlu memperkuat dakwah kultural melalui sekolah, pesantren, dan kampus,” katanya.
Dalam rakor tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan sejumlah program strategis Bidang 2 JSIT Jawa Timur. Di antaranya pelaksanaan Youth Camp untuk siswa SMAIT, Junior Camp bagi siswa SMPIT, serta Leader Camp yang ditujukan untuk penguatan kapasitas guru.
Berbagai materi penguatan juga disampaikan oleh para narasumber nasional. Salah satunya best practice manajemen BPI SMPIT dan SMAIT yang dipaparkan oleh Ustadz Sidiq Nugroho, Lc., M.Pd. dari SMPIT-SMAIT Ibnu Abbas.
Sementara itu, Ketua BPI JSIT Indonesia Pusat, Dr. Akhmad Rasyid Ridho, S.Pd., M.Pd.I., memberikan materi terkait manajemen Buku BPI JSIT beserta sistem penilaian yang menjadi acuan implementasi pembinaan karakter di sekolah-sekolah Islam Terpadu.
Kegiatan dilanjutkan dengan workshop penyusunan program BPI yang memungkinkan peserta berdiskusi dan menyusun langkah implementasi sesuai kebutuhan daerah dan sekolah masing-masing.
Melalui rakor ini, JSIT Jawa Timur berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga membawa hasil nyata yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
“Kita ingin setiap peserta pulang dengan membawa program yang siap dijalankan,” pungkas Edris.
