JEMBER – Di bawah langit senja Bumi Perkemahan PPG Pinus Jember, suasana haru menyelimuti lapangan utama saat LAGA IV Sako Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Timur resmi ditutup pada Sabtu (25/10/2025). Setelah tiga hari penuh kompetisi, kerja sama, dan pembelajaran, ratusan peserta kembali ke tenda masing-masing dengan membawa lebih dari sekadar medali—mereka pulang dengan kenangan dan nilai hidup yang tak ternilai.
Dalam sambutannya pada upacara penutupan, Ketua Kamabisakoda SIT Jawa Timur, Moch. Edris Effendi, menyampaikan pesan yang begitu membekas. Ia menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan dalam LAGA bukan semata untuk menjadi juara, tetapi untuk mendapatkan pengalaman berharga dan bertemu orang-orang terbaik dari berbagai daerah.
“Yang utama bukan mencari menang, wimpel, atau piala, tapi pengalaman bertemu orang-orang terbaik. Ini yang akan kita kenang di masa depan dan bisa menjadi cerita untuk anak cucu kita,” ujar Moch. Edris, disambut tepuk tangan hangat para peserta.
Didampingi oleh Kapinsakoda SIT Jatim, Kak S. Winarko, Edris juga menekankan pentingnya bersyukur atas setiap pencapaian, sekecil apa pun. Menurutnya, kemenangan sejati bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala, melainkan siapa yang mampu bersyukur dan menghargai proses panjang di baliknya.
“Bagi yang menerima prestasi, seyogyanya dimaknai dengan syukur, bukan berbangga. Karena di balik itu ada peran Allah dan bimbingan para pembina,” lanjutnya dengan nada penuh refleksi.
Edris juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah berlatih selama berbulan-bulan sebelum kegiatan dimulai. Ia menyampaikan terima kasih kepada para pembina, penegak, dan panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan besar ini.
Sebagai bentuk penghargaan, setiap peserta mendapatkan sertifikat resmi yang ditandatangani oleh Kwarda Jawa Timur, yang diharapkan dapat menjadi portofolio prestasi berharga bagi siswa dan sekolah masing-masing.
Momen puncak penutupan semakin meriah dengan pembagian piala dan pengumuman regu terbaik dari masing-masing cabang. Sorak-sorai dan yel-yel khas SIT menggema di tengah udara sejuk Jember, menandai berakhirnya perhelatan besar yang meninggalkan kesan mendalam di hati setiap peserta.
LAGA IV SIT Jawa Timur kali ini bukan hanya tentang lomba kepramukaan, tetapi tentang menumbuhkan karakter, spiritualitas, dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar muslim. Di tengah tenda-tenda sederhana dan lantunan tilawah dan dzikir yang mengiringi selama laga berlangsung. Para peserta pulang membawa pesan sederhana tapi bermakna: bahwa kemenangan sejati adalah ketika seseorang mampu bersyukur, berproses, dan tetap rendah hati.
Siapa sangka, pertukaran budaya sederhana di Malaysia ini membangkitkan inspirasi mendalam tentang ukhuwah dan pendidikan lintas bangsa! Penulis : Kholifah,...