Jakarta — Ribuan umat Islam dari berbagai daerah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) Ahad (12/10), Jakarta, dalam Aksi Bela Palestina 2025. Salah satu rombongan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Sekolah Islam Terpadu (SIT) Permata Surabaya.
Aksi ini digelar untuk memperingati dua tahun tragedi genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina, sekaligus menjadi momentum solidaritas dan kepedulian umat Islam terhadap saudara seiman di tanah suci Al-Quds.

Sebanyak 22 guru dan karyawan SIT Permata Surabaya berangkat bersama menggunakan bus rombongan dari Surabaya pada Sabtu sore (11/10), dan tiba di lokasi kegiatan pada Minggu pagi. Sesampainya di Monas, para peserta langsung bergabung dalam rangkaian acara yang diisi dengan doa bersama, orasi kemanusiaan, pembacaan puisi perjuangan, serta penggalangan dukungan moral dan spiritual bagi rakyat Palestina.
Suasana di Monas terasa penuh haru, namun juga membara dengan semangat ukhuwah. Peserta aksi, baik muda maupun tua, bersatu dengan satu tujuan: menyerukan kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.
Salah satu peserta aksi, Ustaz Handika — wali kelas 6 SIT Permata Surabaya — menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir langsung di tengah lautan massa.
“Alhamdulillah, yayasan memberikan saya kesempatan untuk ikut dalam Aksi Bela Palestina. Rindu suasana seperti ini. Terakhir kali ke Jakarta saat aksi 212 waktu mahasiswa. Di sana, saya juga bertemu teman lama yang masih konsisten berjuang untuk Palestina. Terima kasih YPIP atas kepercayaannya,” ujarnya penuh semangat.
Hal senada disampaikan oleh Ustazah Indra, Kepala SMPIT Permata Surabaya.
“Rasanya seperti mimpi bisa hadir bersama ribuan orang dengan tujuan yang sama: mendukung kemerdekaan Palestina. Meski capek, tapi hati ini bahagia. Setidaknya kita punya hujjah di hadapan Allah — bahwa kita tidak diam saat saudara kita dizalimi,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Melalui partisipasi dalam aksi ini, SIT Permata Surabaya menegaskan komitmennya untuk menanamkan nilai empati, kepedulian global, dan semangat kemanusiaan bagi seluruh guru dan karyawan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang senantiasa dijunjung tinggi oleh lembaga pendidikan tersebut.
Oleh: Rosyidah Shofiyah
