Penulis : Almaidatul Istibsyarah, S.S.
GRESIK — Keceriaan berpadu dengan semangat ruhiyah terlihat di wajah seratus siswa kelas Takhassus SDIT Al Ibrah Gresik, Kamis (9/10/2025). Mereka mengikuti kegiatan Rihlah Qur’ani bertema “Menelusuri Cinta Al-Qur’an”, sebuah perjalanan belajar penuh nilai, cinta, dan kebersamaan.
Tidak sekadar rekreasi, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran yang menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui pengalaman nyata—menempa adab, ukhuwah, dan rasa syukur di luar ruang kelas.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa dan siswi Takhassus, berlangsung di dua lokasi bermakna: Kolam Renang Malindo dan Masjid Baiturrahman, Kecamatan Dukun, Gresik. Rihlah ini menjadi bagian dari program sekolah dalam menanamkan nilai-nilai Qur’ani dengan cara yang menyenangkan dan mendidik.
Perjalanan Penuh Keceriaan Menuju Lokasi
Pagi hari, halaman sekolah dipenuhi tawa dan semangat. Anak-anak berkumpul dengan perlengkapan rihlah di punggung dan wajah berseri. Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Janan, S.Pd., selaku Kepala Sekolah. Setelah itu, rombongan berangkat menuju lokasi dengan menaiki angkot.
Selama perjalanan menuju Kecamatan Dukun yang memakan waktu sekitar satu jam, anak-anak melantunkan dzikir dan lagu-lagu islami. Suasana di dalam kendaraan hangat dan penuh kebersamaan. “Bahagia itu sederhana, ketika bisa bersama teman-teman dan tetap mengingat Allah,” ujar salah satu ustadzah pendamping dengan senyum bangga.
Belajar Adab dan Kegembiraan di Kolam Renang Malindo
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kolam Renang Malindo. Udara segar menyambut kedatangan rombongan. Sebelum berenang, anak-anak diajak berdoa dan mendengarkan pengarahan tentang adab berenang menurut Islam: menjaga aurat, sopan santun, serta tolong-menolong.
Tawa dan sorak gembira pun pecah. Ada yang belajar menyelam, bermain ombak, atau sekadar berendam sambil bercanda. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan—guru pendamping menekankan nilai tanggung jawab, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat sehat.
Wisata Ruhiyah di Masjid Baiturrahman
Menjelang siang, rombongan menuju Masjid Baiturrahman di Kecamatan Dukun, milik H. Suraji, kakek dari salah satu siswa, Kayyis (kelas 4D).
Dalam suasana tenang dan khusyuk, H. Suraji menyambut anak-anak dan menceritakan sejarah pembangunan masjid tersebut. Ia menuturkan bahwa inspirasinya datang dari seorang dosen LIPIA Jakarta yang mendorongnya untuk membangun rumah Allah sebagai amal jariyah.
Ia juga membuka kisah tentang seorang penjahat bernama Dlollin yang akhirnya binasa, untuk menanamkan pesan moral: pentingnya memiliki nama dan amal yang baik.
“Nama yang baik adalah awal dari kebaikan. Maka jagalah nama baikmu dengan amal yang baik pula,” pesan beliau, menembus hati anak-anak yang mendengarnya.
Beliau juga memperkenalkan Ma’had yang didirikannya—tempat tinggal dan belajar para penghafal Al-Qur’an, termasuk Bapak Zamroni, seorang tuna netra yang tetap gigih menghafal Al-Qur’an. Kisah ini menggetarkan hati para siswa dan guru yang hadir, menumbuhkan rasa kagum sekaligus syukur mendalam.
Menumbuhkan Ruhiyah dan Ukhuwah
Rihlah Qur’ani ini bukan sekadar perjalanan, melainkan sarana membentuk jiwa Qur’ani—menyatukan kebahagiaan, ibadah, dan ukhuwah. Melalui momen berenang, belajar, hingga mendengar kisah inspiratif, anak-anak belajar bahwa mencintai Al-Qur’an dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
SDIT Al Ibrah Gresik terus membuktikan komitmennya menghadirkan pendidikan yang bermakna, menyenangkan, dan berakar pada nilai-nilai Islam. Dari perjalanan naik angkot hingga khotmil Qur’an di akhir kegiatan, semuanya menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para siswa Takhassus.
“Semoga Rihlah Qur’ani ini menjadi langkah kecil yang membawa berkah besar — menumbuhkan generasi Qur’ani yang cerdas, beradab, dan mencintai Kalamullah dengan sepenuh hati.”
