Malang – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Jawa Timur terus memperkuat upaya peningkatan prestasi peserta didik melalui Forum Guru Pembina Olimpiade yang digelar di SDIT Rabbani Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB tersebut diikuti 137 guru pembina olimpiade dari Sekolah Islam Terpadu (SIT) jenjang SD hingga SMA se-Jawa Timur.
Forum ini menjadi wadah bagi para pembina untuk menyusun strategi bersama dalam meningkatkan kualitas pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN), sekaligus memperkuat jejaring antarguru pembina di lingkungan JSIT Jawa Timur.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars JSIT, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Ketua JSIT Wilayah Jawa Timur, Moch. Edris Effendi, S.T., M.PSDM., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan siswa di ajang olimpiade tidak terlepas dari kualitas pembinaan yang dilakukan guru.
“Guru pembina memiliki peran strategis dalam membangun budaya berprestasi di sekolah. Karena itu, kompetensi pembina harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang pembinaan olimpiade.
Sesi pertama disampaikan oleh Anang Tri Wahyudi, S.Si.Gr., selaku Ketua Bidang III Pembinaan Prestasi Guru dan Siswa JSIT Jawa Timur. Melalui materi bertajuk “Membangun Mindset dan Peran Pembina”, peserta diajak membangun pola pikir sebagai pembina yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu menumbuhkan motivasi, daya juang, dan karakter peserta didik.
Sementara itu, sesi berikutnya diisi oleh Abu Zainuddin, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang selama ini aktif mendampingi sekolah-sekolah dalam pembinaan OSN. Ia memaparkan materi “Strategi Sukses Olimpiade” yang berisi langkah-langkah teknis dalam memetakan potensi siswa, menyusun sistem pembinaan yang berkelanjutan, hingga strategi menghadapi kompetisi secara efektif.
Selain memperoleh penguatan materi, para peserta juga mengikuti diskusi berbagi praktik baik antarsekolah. Dalam sesi tersebut, para guru saling bertukar pengalaman mengenai pola pembinaan yang berhasil diterapkan di sekolah masing-masing.
Setiap peserta juga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diimplementasikan setelah kembali ke sekolah. Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti diskusi kelompok untuk menyusun road map pembinaan olimpiade sebagai arah bersama dalam meningkatkan prestasi siswa SIT di ajang OSN.
Melalui forum ini, JSIT Jawa Timur berharap lahir sistem pembinaan olimpiade yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas guru pembina diyakini menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing siswa Sekolah Islam Terpadu pada berbagai ajang akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
