MADIUN – Rasa takut sempat menghampiri salah seorang peserta Islamic Youth Festival (IYF) 2026 di Gedung MIT Bakti Ibu Kota Madiun, Sabtu (5/9). Sesaat sebelum tampil, seorang anak PAUD bahkan menangis karena diliputi rasa gugup.
Namun, dukungan guru dan orang tua membuat keberanian itu kembali tumbuh. Setelah dibujuk dengan sabar dan penuh kasih sayang, anak tersebut akhirnya bersedia tampil di hadapan juri.
Kisah tersebut menjadi salah satu warna dalam pelaksanaan IYF 2026 yang diikuti sekitar 160 siswa PAUD dari delapan PAUD yang tergabung dalam JSIT Indonesia Daerah Madiun.
Kegiatan yang digelar JSIT Indonesia Daerah Madiun tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan publik sekaligus mengembangkan keberanian sejak usia dini.
Islamic Youth Festival (IYF) merupakan program kerja nasional JSIT Indonesia yang dilaksanakan oleh anggota SIT di berbagai daerah. Khusus di Jawa Timur, JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur menambahkan program untuk jenjang PAUD sebagai ruang pengembangan potensi anak usia dini.
Acara dibuka Ketua JSIT Indonesia Daerah Madiun, Ustadzah Piping Nur Ariyani, S.Pd. Sementara rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ustadz Slamet Mulyono, S.Pd., pengurus JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur.
Bukan Sekadar Mencari Juara
IYF 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang mencari pemenang. Kompetisi dirancang sebagai pengalaman bagi anak-anak untuk belajar percaya diri, berani tampil, mengikuti aturan, dan berkompetisi secara sehat.
Sejumlah perlombaan digelar, mulai Da’i Cilik, tahfidz, hingga Super Kids Challenge. Salah satu yang mendapat perhatian adalah lomba senam.
Suasana di ruang tunggu pun tak kalah menarik. Riuh suara anak-anak terdengar saat mereka saling menyemangati sebelum memasuki ruang perlombaan.
Ketika giliran tampil tiba, suasana berubah. Anak-anak yang sebelumnya tampak tegang mulai menunjukkan keberanian. Mengenakan kostum olahraga dengan berbagai aksesori, mereka bergerak mengikuti irama musik.
Rasa gugup yang sebelumnya terlihat perlahan berganti dengan ekspresi ceria. Gerakan anak-anak mengundang tepuk tangan penonton dan apresiasi dari para juri.
Bagi anak usia dini, keberanian untuk berdiri di depan orang banyak dan menyelesaikan penampilan menjadi pengalaman penting. Terlebih, bagi sebagian peserta, tampil di hadapan juri dan penonton merupakan pengalaman yang tidak selalu mudah.
Karena itu, proses menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Anak belajar bahwa rasa takut merupakan hal yang wajar, tetapi dapat dihadapi dengan dukungan dan keberanian.
Setelah seluruh perlombaan selesai, para juri melakukan penilaian untuk menentukan para pemenang. Peserta kemudian kembali berkumpul di aula utama untuk mengikuti pengumuman juara.
IYF 2026 akhirnya bukan hanya meninggalkan cerita tentang siapa yang menjadi juara. Ada pengalaman lain yang jauh lebih sederhana sekaligus penting: anak-anak belajar berani mencoba.
Dari anak yang sempat menangis karena takut tampil, hingga mereka yang mampu menuntaskan penampilan dengan senyum dan tepuk tangan, setiap peserta membawa cerita perjuangannya sendiri.
Melalui kegiatan tersebut, JSIT Indonesia Daerah Madiun berharap anak-anak PAUD tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan, tetapi juga percaya diri, berani, dan mampu menghadapi tantangan sejak usia dini.
Dari Tangis hingga Tepuk Tangan, Kisah Anak PAUD Madiun di IYF 2026

Tag:JSIT MADIUN







