Tim Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (TP2Q) JSIT Jawa Timur menggelar pelatihan metodologi ‘Ilman wa Ruuhan’ bagi guru Al-Qur’an Ponpes Putri Raudlatul Jannah, Probolinggo.
Penulis: Ihya Ulumuddin
Probolinggo — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an di lingkungan pesantren, Tim Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (TP2Q) Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Jawa Timur menggelar Pelatihan Metodologi Baca Al-Qur’an (MBQ) ‘Ilman wa Ruuhan’ di Pondok Pesantren Putri Raudlatul Jannah, Kabupaten Probolinggo pada tanggal 30 Mei 2025.
Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, Kamis–Jumat, 29–30 Mei 2025, dengan diikuti oleh 40 guru pendamping Al-Qur’an dari pesantren tersebut. Mereka dibimbing langsung oleh dua trainer TP2Q berpengalaman, yaitu Anik Susiati dan Imroati, S.Pd.I.
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting dalam pembelajaran Al-Qur’an, antara lain:
- Penguatan ruhiyah dan karakter seorang guru Qur’an,
- Pemahaman konsep “ruuhan” dalam proses belajar mengajar,
- Standar proses dan penilaian,
- Evaluasi pembelajaran Al-Qur’an,
- Hingga praktik micro teaching oleh seluruh peserta.
Pelatihan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para peserta merasa sangat terbantu dengan pendekatan dan metodologi yang ditawarkan. Metode ‘Ilman wa Ruuhan’ memang menekankan perpaduan antara ilmu (ilman) dan spiritualitas (ruuhan), menjadikan proses belajar mengajar Al-Qur’an lebih menyentuh hati serta membentuk karakter.
Hubabah Elok Fatimah Al Mudhor, pengasuh Pondok Pesantren Putri Raudlatul Jannah, menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya terhadap kegiatan ini.
“Kami sangat bersyukur dan berharap, pelatihan ini menjadi jalan syafaat bagi para santriwati agar lebih semangat dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi pecinta Al-Qur’an yang kuat dalam iman dan akhlak,” ujarnya.
Dengan kegiatan ini, TP2Q JSIT Jawa Timur berharap semangat dakwah Qur’ani terus menyala dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan, mencetak guru-guru Al-Qur’an yang tak hanya cakap secara metode, tetapi juga kuat secara ruhiyah.
