Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat peran strategis guru sebagai pendidik, SDIT Al-Hidayah Sumenep kembali menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Khusus Guru pada Ahad (19/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula SDIT Al-Hidayah ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dengan penuh antusias, menghadirkan suasana hangat, kekeluargaan, sekaligus sarat makna.
Pembinaan ini merupakan bagian dari program rutin sekolah dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang di era modern. Perubahan zaman yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, serta dinamika sosial menuntut guru untuk senantiasa beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat integritas sebagai pendidik.

Sejak awal kegiatan, nuansa kebersamaan begitu terasa. Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan registrasi peserta yang dilanjutkan dengan makan siang bersama. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pengisian energi fisik, tetapi juga mempererat ukhuwah antar guru. Canda ringan, sapa hangat, serta interaksi yang akrab menjadi gambaran kuatnya kebersamaan di lingkungan SDIT Al-Hidayah.
Memasuki acara inti, kegiatan dibuka secara resmi oleh pembawa acara dengan penuh khidmat. Diawali dengan ucapan salam, puji syukur kepada Allah SWT, serta lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, suasana ruangan pun berubah menjadi lebih tenang dan penuh keberkahan.
Sebagai pembuka yang menyegarkan, MC menyampaikan pantun yang disambut senyum dan perhatian dari seluruh peserta. Hal ini menjadi ice breaking yang sederhana namun efektif dalam membangun energi positif serta kesiapan mental para peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Lantunan ayat yang merdu menghadirkan suasana religius yang mendalam, sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas seorang guru tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga bagian dari ibadah yang bernilai spiritual tinggi.
Selanjutnya, sambutan dari pihak yayasan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian acara. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa guru merupakan ujung tombak dalam proses pendidikan yang memiliki peran sangat strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.
Pihak yayasan juga menekankan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, akhlak, serta kemampuan adaptasi peserta didik terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, guru dituntut untuk terus belajar, berinovasi, serta menjaga semangat dalam menjalankan amanah.
“Guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Di dalamnya terdapat amanah besar yang membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan. Pembinaan seperti ini diharapkan mampu menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bagi kita semua,” ungkap ketua yayasan.
Memasuki sesi utama, para peserta mendapatkan pembinaan langsung dari Ustadz Moch. Edris Effendi, S.T., M. PSDM, Ketua JSIT Jawa Timur. Kehadiran beliau menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta, mengingat pengalaman dan kapasitas beliau dalam bidang pengembangan SDM dan pendidikan Islam.
Dalam pemaparannya, beliau mengajak para guru untuk kembali merenungi hakikat peran sebagai pendidik. Menurut beliau, guru bukan hanya penyampai materi pelajaran, tetapi juga pembentuk karakter, penanam nilai, serta inspirator bagi peserta didik.
Beliau menekankan pentingnya keseimbangan dalam menjalankan peran sebagai guru. Keikhlasan dalam bekerja tidak boleh dimaknai sebagai mengabaikan hak diri sendiri atau menurunkan standar profesionalitas. Sebaliknya, profesionalitas juga tidak boleh menghilangkan nilai keikhlasan dalam setiap aktivitas mengajar.
“Keikhlasan bukan berarti gratis, dan maksimal bukan berarti mengorbankan diri. Keduanya harus berjalan beriringan. Guru harus mampu menjaga kualitas kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan dirinya agar tetap sehat, semangat, dan produktif,” tegas beliau.
Lebih lanjut, beliau juga mengingatkan pentingnya manajemen energi, waktu, serta niat dalam kehidupan seorang guru. Dengan pengelolaan yang baik, seorang guru akan mampu menjalankan tugasnya secara optimal tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.
Dalam konteks perkembangan zaman, beliau juga menyoroti pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi era digital. Guru dituntut tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, tetapi juga tetap menjadi penjaga nilai-nilai moral dan spiritual di tengah derasnya arus informasi.
“Di era digital, guru harus menjadi filter, bukan hanya fasilitator. Kita tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing bagaimana ilmu itu digunakan dengan benar,” tambahnya.
Sesi pembinaan berlangsung dengan sangat interaktif. Para peserta terlihat aktif menyimak materi, mencatat poin-poin penting, serta terlibat dalam diskusi. Beberapa guru juga memanfaatkan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi di kelas.
Interaksi yang terjadi menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat satu arah, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar bersama yang hidup dan bermakna. Para peserta tampak mendapatkan banyak insight baru yang relevan dengan kondisi nyata di lapangan.
Setelah sesi materi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh salah satu peserta. Dalam suasana khusyuk, seluruh hadirin menundukkan kepala, memohon kepada Allah SWT agar ilmu yang telah diperoleh dapat memberikan manfaat dan keberkahan.
Doa tersebut juga menjadi penutup yang menenangkan, sekaligus penguat harapan agar seluruh rangkaian kegiatan ini tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, MC kembali hadir dengan menyampaikan rangkuman singkat serta pantun penutup yang menambah kesan hangat dan bersahaja. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan.
Melalui kegiatan pembinaan ini, SDIT Al-Hidayah Sumenep menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik sebagai kunci utama keberhasilan pendidikan. Diharapkan para guru semakin memahami perannya secara utuh, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, teladan, dan agen perubahan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik. Dengan guru yang terus berkembang dan memiliki semangat belajar yang tinggi, diharapkan akan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter yang kuat.
Ke depan, SDIT Al-Hidayah Sumenep akan terus menghadirkan berbagai program pembinaan dan pengembangan lainnya sebagai bentuk ikhtiar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, inspiratif, dan berkelanjutan.
