MAGETAN – Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan (BQAM) menggelar Haflah Takharruj atau wisuda kelulusan bagi 140 santri SMPIT Angkatan IX, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Selatan BQAM tersebut menjadi momen istimewa bagi para santri, orang tua, dan dewan guru. Haflah Takharruj menandai berakhirnya masa pendidikan tingkat menengah pertama sekaligus menjadi gerbang awal bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Suasana haru menyelimuti prosesi serah terima santri dari pihak pesantren kepada orang tua dan wali murid. Momen simbolis tersebut menjadi penutup perjalanan panjang para santri yang selama ini ditempa melalui pembelajaran akademik, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai Al-Qur’an.
Pada tahun ini, SMPIT Baitul Qur’an Al Jahra mencatatkan capaian yang membanggakan. Seluruh 140 santri dinyatakan lulus 100 persen. Selain itu, sebanyak 9 santri berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz dan menyandang predikat hafizh serta hafizhah.
Prestasi para santri tidak hanya terlihat dalam bidang tahfidz, tetapi juga pada berbagai kompetisi akademik dan nonakademik di tingkat kabupaten, karesidenan, provinsi, hingga nasional.
Di bidang akademik dan sains, santri SMPIT BQAM berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS, Olimpiade JSIT untuk mata pelajaran IPS, IPA, dan Bahasa Inggris, English Competition, serta Olimpiade IPA Mandama Festival.
Sementara pada bidang keagamaan dan literasi, para santri menorehkan prestasi melalui Festival Dai Cilik, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) kategori 1 juz dan 3 juz, serta penghargaan puisi dan cerpen Islami terbaik tingkat nasional dalam ajang Ramadhan Islamic Competition.
Tak kalah membanggakan, para santri juga menunjukkan kemampuan di bidang olahraga dan seni. Berbagai prestasi berhasil diraih dalam ajang O2SN dan kejuaraan daerah, antara lain cabang badminton, catur, renang, tolak peluru, atletik nomor lari 1.000 meter dan 1.600 meter, karate Piala Bupati Cup Ngawi, turnamen futsal Porseni JSIT se-Karesidenan Madiun, hingga kompetisi Mini Soccer Bupati Cup Magetan.
Kreativitas para santri juga mendapat pengakuan di tingkat nasional melalui raihan juara dalam kompetisi menggambar secara daring.
Dalam kesempatan tersebut, para tokoh Yayasan Nur Rosyidah dan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Magetan memberikan pesan dan motivasi kepada para wisudawan agar terus menjaga akhlak, ibadah, dan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.
Mereka menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar dalam menuntut ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu serta nilai-nilai Islam yang telah dipelajari selama di pesantren,” pesan para pembina kepada para lulusan.
Rangkaian Haflah Takharruj yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ditutup dengan sesi foto bersama antara santri, wali murid, dan seluruh dewan guru. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan yang akan terus terjalin meskipun para santri melanjutkan perjalanan pendidikan mereka ke jenjang berikutnya.
Melalui Haflah Takharruj Angkatan IX ini, SMPIT Baitul Qur’an Al Jahra Magetan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang unggul, berprestasi, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Penulis: Arasy Albany Fahriza
(Santri Kelas X MAIT Baitul Qur’an Al Jahra Magetan)
