Senin, 20 April 2026
  • Login
jsit-jatim
  • Kiprah
    • Profile
    • Program
  • Artikel
  • Profil SIT
  • Download
    • Logo Resmi
    • Foto Resmi Pengurus Pusat
No Result
View All Result
jsit-jatim
No Result
View All Result
Home Kolom

Menaklukkan Hati Anak Didik dengan Love Language

by admin
2023/12/06 | 18:08
in Kolom, Nasional
Reading Time: 4 mins read
1
Pendampingan Peserta Didik di SDIT Al Ibrah Gresik (Janan/JSIT-JATIM)

Pendampingan Peserta Didik di SDIT Al Ibrah Gresik (Janan/JSIT-JATIM)

0
SHARES
278
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Love Language Anak Didik

Menjadi guru tidak sekedar menyiapkan rencana pembelajaran, lembar kerja, media pembelajaran dan sebagainya. Agar pembelajaran lebih efektif, guru pun harus mengenal gaya dan modalitas belajar siswa.

Related Posts

Guru Kunci Peradaban

Buku Antologi “Goresan Pena Guru Hebat Mutiara Ummat” Terbit, Wujudkan Semangat Menulis Guru

Pesan sang Guru Besar

Kompetisi untuk Mengasah Skill Pendidik Al Uswah Surabaya

Nyatanya, selain itu semua, guru juga harus membangun hubungan yang lebih dekat dan positif dengan siswa. Salah satunya yaitu dengan belajar mengenal love language anak-anak didiknya.

Dengan mengenal love language (bahasa cinta) ini akan memengaruhi cara kita sebagai guru saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak didik di kelas.

Macam-macam Love Language

Istilah love language ini kali pertama dikenalkan oleh Gary Chapman dalam bukunya “The Five Love Language“. Dalam buku tersebut, Gary Chapman menyatakan bahwa setiap individu memiliki cara berbeda dalam menyatakan dan menerima kasih sayang.

Berikut lima macam love language yang dijelaskan oleh Chapman.

1. Word of Affirmation (Kata-kata Penghargaan)

Kamu hebat, atau ternyata kamu bisa diandalkan, atau kata-kata afirmasi lainnya adalah kata-kata yang sangat berdampak besar kepada anak didik kita yang memiliki kata-kata penyemangat sebagai love language mereka.

Dalam keseharian membersamai anak-anak di kelas, guru bisa mengambil hati anak-anak didiknya dengan memberikan kata-kata positif ini.

2. Acts of Service

Bagi anak didik dengan love language ini, tindakan nyata dan membantunya menjadi cara untuk menaklukkan hatinya. Tentunya bukan berarti guru terus menerus membantu anak didiknya dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Namun, dengan mendukung proses pembelajaran dan perkembangan siswa. Salah satunya yaitu guru bisa memberikan umpan balik yang konstruktif pada tugas atau proyek siswa.

3. Receiving Gifts (Menerima Hadiah)

Beberapa individu baru merasa dicintai ketika mereka mendapatkan hadiah. Bagi beberapa anak didik kita, ketika guru memberikan hadiah kepada mereka, mereka akan merasa disayang oleh sang guru.

Tentunya penting bagi guru untuk memilih atau merancang hadiah dengan mempertimbangkan minat dan kebutuhan anak didiknya. Tujuan utama dari love language ini adalah memberikan sesuatu yang memiliki nilai simbolis dan menunjukkan perhatian serta apresiasi guru kepada siswa.

4. Quality Time (Waktu yang Berkualitas)

Bahasa cinta yang satu ini yaitu dengan memberikan waktu yang berkualitas bersama. Salah satu bentuk bahasa quality time yaitu guru bisa memberikan bimbingan pribadi kepada anak didiknya atau dengan adanya konsultasi individu dengan anak didik terkait perkembangan akademis atau hal lainnya.

Mengalokasikan waktu dan memberikan perhatian penuh selama interaksi dengan siswa adalah cara efektif untuk menyatakan kasih sayang melalui quality time.

5. Physical Touch ( Sentuhan Fisik)

Untuk bahasa cinta ini, tentunya guru tetap harus memperhatikan norma etika. Serta tentunya, sentuhan fisik harus tetap mengacu pada profesional dan pantas.

Guru bisa memberikan pelukan singkat untuk memberikan penguatan kepada anak didik yang mengalami kesulitan atau menghadapi masalah. Bisa pula dengan memberikan tepukan pelan di punggung atau dengan memberikan sentuhan tangan sebagai bentuk dukungan guru kepada anak didiknya.

Penting bagi guru untuk memerhatikan reaksi anak didiknya dan menghormati preferensi serta batasan pribadi mereka terkait sentuhan fisik. Komunikasi terbuka dan izin terlebih dulu merupakan kunci dalam menggunakan sentuhan fisik sebagai bahasa cinta dalam konteks pendidikan.

Dengan memahami lima bahasa cinta, harapannya tentu agar dapat menciptakan ikatan yang kuat antara guru dan anak didiknya. Hal ini juga akan membantu mereka merasa dihargai, didengar, dan didukung dalam proses pembelajaran. (*)

Page 2 of 2
Prev12
Tags: EsaaySDIT Al Ibrah

admin

RekomendasiBerita

Nasional

JSIT Indonesia : Penyediaan Alat Kontrasepsi di Sekolah Bukan Edukasi, Tapi Merusak Remaja

by Anjaya Wibawana
9 Agustus 2024
0
63

Pasal penyediaan alat kontrasepsi bagi usia sekolah dalam PP No. 28 tahun 2024 tentang Kesehatan memantik polemik. Tepatnya, di pasal 103, khususnya...

Read more

Pesan sang Guru Besar

12 November 2025
103

SMPIT Insan Kamil Sidoarjo Ajak Siswa ke Malaysia

21 Mei 2024
239

Berani Bicara, Bekal Penting Anak Hadapi Dunia

26 Mei 2025
53

JSIT Indonesia Luncurkan Dira 2024

2 Desember 2023
43
Next Post

Pelatihan Optimalisasi Walas untuk Guru Se-Malang dan Batu

Comments 1

  1. Ejr says:
    2 tahun ago

    Subhanallah… Ilmu yg sangat bermanfaat buat kami orang tua… Trimakasih ustadzah

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

headline

180 Peserta Ikuti Bimtek Akreditasi 2026, JSIT Jatim Siapkan Sekolah Lebih Matang

by kontributor jsit
5 April 2026
0
92

SURABAYA— JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sukses Akreditasi 2026 pada Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan...

Read more

JSIT Gresik-Lamongan Optimistis Lamongan Bisa Berdiri Mandiri

Mukerda JSIT Mojokerto Raya, Bersinergi untuk Pendidikan Indonesia

Mukerda JSIT Bondowoso-Situbondo Optimistis Bangun Pendidikan Berkualitas

Audiensi JSIT Probolinggo dan Disdikbud, Bahas Peningkatan Mutu Pendidikan

PAUD Lebah Tulungagung Ikuti Gebyar PAUD 2026, Angkat Tema “Kreatifitas Alam Kecilku”

JSIT Daerah Ngawi Sukses Gelar Mukerda 2026, Fokuskan Kolaborasi dan Penambahan SIT baru

Load More

Popular Posts

Terbaru! Cara Mendapatkan NRG Setelah Lulus PPG dan Jadwal Penerbitannya

by Anjaya Wibawana
2 Juni 2025
1
12.3k

Inilah Kumpulan Falsafah Pendidikan Gontor yang Menginspirasi Pimpinan SIT se-Jatim

by Anjaya Wibawana
8 Februari 2025
0
8.4k

Tanpa Andalkan SPP, Gontor Sejahterakan Guru Lewat Unit Usaha

by admin
8 Februari 2025
0
4.8k

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia Wilayah Jawa Timur, Pusat penggerak dan pemberdayaan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia menuju sekolah efektif dan bermutu

Facebook Youtube Instagram

© 2025 JSIT  Indonesia Wilayah Jawa Timur

  • Dewan Redaksi | Ketentuan Web | Kebijakan Umum
No Result
View All Result
  • Artikel Anggota
  • Berita
  • Cari Anggota
  • Download
  • Grup Anggota Default
  • JSIT Jawa Timur – Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Berita
  • Keislaman
  • Kiprah
  • Kirim Artikel Baru
  • Login
  • Lupa Kata Sandi
  • Pendaftaran
  • Privacy Policy
  • Profil Saya
  • Profile
  • Program
  • Semua Grup
  • Syarat dan Ketentuan Web
  • Anggota

© 2023 jsit-jatim.com | - Media Digital JSIT Membangun Branding & Menebarkan Inspirasi by jsit-jatim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In