Rabu, 22 Juli 2026
  • Login
jsit-jatim
  • Kiprah
    • Profile
    • Program
  • Artikel
  • Profil SIT
  • Download
    • Logo Resmi
    • Foto Resmi Pengurus Pusat
No Result
View All Result
jsit-jatim
No Result
View All Result
Home Kolom

Menaklukkan Hati Anak Didik dengan Love Language

by admin
2023/12/06 | 18:08
in Kolom, Nasional
Reading Time: 4 mins read
1
Pendampingan Peserta Didik di SDIT Al Ibrah Gresik (Janan/JSIT-JATIM)

Pendampingan Peserta Didik di SDIT Al Ibrah Gresik (Janan/JSIT-JATIM)

0
SHARES
295
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Love Language Anak Didik

Menjadi guru tidak sekedar menyiapkan rencana pembelajaran, lembar kerja, media pembelajaran dan sebagainya. Agar pembelajaran lebih efektif, guru pun harus mengenal gaya dan modalitas belajar siswa.

Related Posts

Guru Kunci Peradaban

Buku Antologi “Goresan Pena Guru Hebat Mutiara Ummat” Terbit, Wujudkan Semangat Menulis Guru

Pesan sang Guru Besar

Kompetisi untuk Mengasah Skill Pendidik Al Uswah Surabaya

Nyatanya, selain itu semua, guru juga harus membangun hubungan yang lebih dekat dan positif dengan siswa. Salah satunya yaitu dengan belajar mengenal love language anak-anak didiknya.

Dengan mengenal love language (bahasa cinta) ini akan memengaruhi cara kita sebagai guru saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak didik di kelas.

Macam-macam Love Language

Istilah love language ini kali pertama dikenalkan oleh Gary Chapman dalam bukunya “The Five Love Language“. Dalam buku tersebut, Gary Chapman menyatakan bahwa setiap individu memiliki cara berbeda dalam menyatakan dan menerima kasih sayang.

Berikut lima macam love language yang dijelaskan oleh Chapman.

1. Word of Affirmation (Kata-kata Penghargaan)

Kamu hebat, atau ternyata kamu bisa diandalkan, atau kata-kata afirmasi lainnya adalah kata-kata yang sangat berdampak besar kepada anak didik kita yang memiliki kata-kata penyemangat sebagai love language mereka.

Dalam keseharian membersamai anak-anak di kelas, guru bisa mengambil hati anak-anak didiknya dengan memberikan kata-kata positif ini.

2. Acts of Service

Bagi anak didik dengan love language ini, tindakan nyata dan membantunya menjadi cara untuk menaklukkan hatinya. Tentunya bukan berarti guru terus menerus membantu anak didiknya dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Namun, dengan mendukung proses pembelajaran dan perkembangan siswa. Salah satunya yaitu guru bisa memberikan umpan balik yang konstruktif pada tugas atau proyek siswa.

3. Receiving Gifts (Menerima Hadiah)

Beberapa individu baru merasa dicintai ketika mereka mendapatkan hadiah. Bagi beberapa anak didik kita, ketika guru memberikan hadiah kepada mereka, mereka akan merasa disayang oleh sang guru.

Tentunya penting bagi guru untuk memilih atau merancang hadiah dengan mempertimbangkan minat dan kebutuhan anak didiknya. Tujuan utama dari love language ini adalah memberikan sesuatu yang memiliki nilai simbolis dan menunjukkan perhatian serta apresiasi guru kepada siswa.

4. Quality Time (Waktu yang Berkualitas)

Bahasa cinta yang satu ini yaitu dengan memberikan waktu yang berkualitas bersama. Salah satu bentuk bahasa quality time yaitu guru bisa memberikan bimbingan pribadi kepada anak didiknya atau dengan adanya konsultasi individu dengan anak didik terkait perkembangan akademis atau hal lainnya.

Mengalokasikan waktu dan memberikan perhatian penuh selama interaksi dengan siswa adalah cara efektif untuk menyatakan kasih sayang melalui quality time.

5. Physical Touch ( Sentuhan Fisik)

Untuk bahasa cinta ini, tentunya guru tetap harus memperhatikan norma etika. Serta tentunya, sentuhan fisik harus tetap mengacu pada profesional dan pantas.

Guru bisa memberikan pelukan singkat untuk memberikan penguatan kepada anak didik yang mengalami kesulitan atau menghadapi masalah. Bisa pula dengan memberikan tepukan pelan di punggung atau dengan memberikan sentuhan tangan sebagai bentuk dukungan guru kepada anak didiknya.

Penting bagi guru untuk memerhatikan reaksi anak didiknya dan menghormati preferensi serta batasan pribadi mereka terkait sentuhan fisik. Komunikasi terbuka dan izin terlebih dulu merupakan kunci dalam menggunakan sentuhan fisik sebagai bahasa cinta dalam konteks pendidikan.

Dengan memahami lima bahasa cinta, harapannya tentu agar dapat menciptakan ikatan yang kuat antara guru dan anak didiknya. Hal ini juga akan membantu mereka merasa dihargai, didengar, dan didukung dalam proses pembelajaran. (*)

Page 2 of 2
Prev12
Tags: EsaaySDIT Al Ibrah

admin

RekomendasiBerita

Nasional

Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi di Konferensi Umum UNESCO, Dubes RI untuk Prancis: Kebanggaan Kita Semua

by admin
22 November 2023
0
111

penetapan tersebut menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 yang diakui Konferensi Umum UNESCO, di samping bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol,...

Read more

Mengulang Satu Ayat dari Malam Hingga Pagi, Pernah Dilakukan Rasulullah

13 Februari 2025
149

Memasuki Usia ke-21, JSIT Indonesia Gaungkan “Mewujudkan Generasi Emas Berkualitas”

6 Agustus 2024
100

Menumbuhkan Generasi Unggul melalui Prinsip Dasar Kepramukaan

16 November 2024
42

Terbaru! Cara Mendapatkan NRG Setelah Lulus PPG dan Jadwal Penerbitannya

2 Juni 2025
12.4k
Next Post

Pelatihan Optimalisasi Walas untuk Guru Se-Malang dan Batu

Comments 1

  1. Ejr says:
    3 tahun ago

    Subhanallah… Ilmu yg sangat bermanfaat buat kami orang tua… Trimakasih ustadzah

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Berita Terkini

Mengukir Makna di Bumi Perkemahan Cibubur

by kontributor jsit
5 Juli 2026
0
64

Refleksi Perjalanan dari MP3N Sako SIT Nasional 2026 Oleh: Sulaikah KurniawatiSekretaris Pinsakoda Sako Pramuka SIT Jawa Timur Perjalanan menuju Bumi...

Read more

PAUDIT Insan Permata Malang Bangun Kepercayaan Diri Anak Lewat Gerakan Ayah Mengantar Anak

120 Murid Baru Disambut Hangat, SDIT Insan Permata Malang Gelar MPLS Ramah Anti Bullying

Empat Siswa SDIT Nurul Islam Klakah Wakili Lumajang di OSN dan FLS3N Jawa Timur 2026

Parade Ekstrakurikuler Semarakkan Masa Ta’aruf MI Terpadu Nurul Amal Parang

Kick Off “ON FIRE” SD Al Uswah: Kolaborasi Guru dan Siswa Siap Cetak ‘Gol’ Puncak Prestasi

KBIT BIC Gelar Sosialisasi MPLS Ramah, Libatkan Orang Tua Bangun Lingkungan Belajar yang Aman

Load More

Popular Posts

Terbaru! Cara Mendapatkan NRG Setelah Lulus PPG dan Jadwal Penerbitannya

by Anjaya Wibawana
2 Juni 2025
1
12.4k

Inilah Kumpulan Falsafah Pendidikan Gontor yang Menginspirasi Pimpinan SIT se-Jatim

by Anjaya Wibawana
8 Februari 2025
0
8.4k

Tanpa Andalkan SPP, Gontor Sejahterakan Guru Lewat Unit Usaha

by admin
8 Februari 2025
0
4.8k

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia Wilayah Jawa Timur, Pusat penggerak dan pemberdayaan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia menuju sekolah efektif dan bermutu

Facebook Youtube Instagram

© 2025 JSIT  Indonesia Wilayah Jawa Timur

  • Dewan Redaksi | Ketentuan Web | Kebijakan Umum
No Result
View All Result
  • Artikel Anggota
  • Berita
  • Cari Anggota
  • Download
  • Grup Anggota Default
  • JSIT Jawa Timur – Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Berita
  • Keislaman
  • Kiprah
  • Kirim Artikel Baru
  • Login
  • Lupa Kata Sandi
  • Pendaftaran
  • Privacy Policy
  • Profil Saya
  • Profile
  • Program
  • Semua Grup
  • Syarat dan Ketentuan Web
  • Anggota

© 2023 jsit-jatim.com | - Media Digital JSIT Membangun Branding & Menebarkan Inspirasi by jsit-jatim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In