“Metode lebih penting dibandingkan kurikulum. Guru lebih penting dari metode. Dan spirit guru lebih penting dari guru itu sendiri.”
Kutipan dari KH. Hasan Abdullah Sahal ini menjadi pengingat sederhana: pendidikan sejatinya berpusat pada manusia di balik kelas—guru. Dari situlah semangat Direktorat Pendidikan Al Uswah Surabaya tumbuh, ketika mereka menggelar kompetisi guru yang digagas sebagai ruang untuk mengasah kemampuan dan profesionalisme pendidik, sekaligus menyambut Hari Guru Nasional pada November ini.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Bidang Penjaminan Mutu Direktorat Pendidikan Al Uswah Surabaya, dengan dua kategori utama: lomba Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan lomba Alat Peraga Edukasi (APE).
Untuk lomba PTK, peserta berkolaborasi dalam tim beranggotakan dua orang. Sementara lomba APE diikuti secara individu. Kedua lomba ini diikuti oleh para guru dari SDIT Al Uswah, SD Al Uswah 2, SMPIT Al Uswah, dan SMAIT Al Uswah.
Proses penyusunan karya dimulai sejak September hingga Oktober, sebelum memasuki tahap seleksi awal pada November 2025.
Hasilnya cukup menggembirakan. Sebanyak 34 judul penelitian berhasil ditulis dan diserahkan oleh para guru. Melalui penelitian tindakan kelas ini, para pendidik bukan hanya berlatih berpikir kritis dan literatif, tetapi juga menemukan cara baru memperbaiki proses belajar di kelas. Sebagian besar penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa, sebagaimana tergambar dari perbandingan antar siklus penelitian.

Sementara itu, lomba APE menghasilkan 55 alat peraga pembelajaran baru. Kriteria penilaian bukan hanya soal kreativitas bentuk, tetapi juga efektivitas alat tersebut ketika digunakan di kelas. Karena itu, setiap alat yang dilombakan wajib dipraktikkan langsung di depan siswa, dan dibuktikan melalui video dokumentasi.
Karya-karya yang dihasilkan sangat beragam: mulai dari alat bantu pembelajaran sains dan matematika, media belajar bahasa, hingga alat peraga untuk menghafal Al-Qur’an. Melalui lomba ini, guru-guru Al Uswah diharapkan makin terbiasa menghadirkan pembelajaran yang konkret dan mudah dipahami siswa.
Dari puluhan karya yang masuk, dipilih sepuluh penelitian terbaik dan lima belas alat peraga unggulan untuk maju ke babak final. Para finalis kemudian mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri pada Sabtu, 8 November 2025.

Ada empat dosen dari berbagai universitas yang menjadi juri, antara lain Husni Mubarok, S.Pd., M.Sc., Ph.D dan Arqoma Nurveda, S.Kom., M.Pd dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta Dr. Danang Prastyo, M.Pd dari Universitas Adi Buana dan Dr. Hari Sugiharto Setyaedhi, M.Si dari UNESA.
Selain menilai, para juri juga memberikan masukan konstruktif agar karya para guru semakin tajam dan aplikatif.
Hasil akhir lomba PTK dan APE akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional, 29 November 2025. Direktorat Pendidikan Al Uswah berencana memberikan apresiasi tidak hanya kepada pemenang, tetapi juga seluruh finalis yang telah menyelesaikan karyanya.
Program kompetisi ini diyakini mampu menumbuhkan budaya ilmiah dan semangat inovasi di kalangan guru. Sebab, pendidikan yang berkualitas bukan hanya diukur dari hasil belajar siswa, tapi dari sejauh mana gurunya mau terus belajar dan berinovasi.
Penulis: Moch. Edris Effendi, S.T., M.PSDM (Direktur Pendidikan Al Uswah Surabaya)
