LUMAJANG – Semangat pengabdian dan kemandirian tampak begitu kuat dalam kegiatan Bakti Sosial dan Bakti Karya yang diikuti siswa MAIT Insan Kamil Sidoarjo di Desa Argosari, Kabupaten Lumajang, pada 28–30 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Kembara Bantara yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, kepedulian sosial, sekaligus memperkuat mental para siswa.
Perjalanan dimulai sejak Selasa dini hari. Para siswa berkumpul di lapangan sekolah sebelum berangkat menuju Desa Argosari yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan”. Sebelum keberangkatan, peserta mengikuti apel pembukaan dan mendapatkan arahan dari Muhammad Choirul Annam.
Dalam pesannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga adab, kekompakan, serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana belajar kehidupan langsung di tengah masyarakat.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu hampir empat jam. Setibanya di Desa Argosari, para siswa langsung mengikuti upacara pembukaan Kembara Bantara di lapangan desa. Kepala Desa Argosari, Asis Wiyanto, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para siswa di wilayahnya.
Setelah upacara, peserta menuju rumah orang tua asuh yang tersebar di sekitar desa. Di tempat itulah para siswa menjalani kehidupan mandiri. Mereka memasak sendiri, membersihkan tempat tinggal, hingga menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat pegunungan.
Pada malam hari, seluruh peserta berkumpul untuk mengikuti briefing kegiatan sekaligus menyerahkan sedekah kepada orang tua asuh sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas sambutan hangat warga.
Meski berada di lingkungan dengan suhu dingin, semangat ibadah para siswa tetap terjaga. Mereka melaksanakan salat tahajud dan witir berjamaah sebelum kembali memulai aktivitas pada pagi hari.
Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai sejak pagi. Sebagian kelompok mendapat tugas mengajar kegiatan pramuka di SDN Argosari, sementara kelompok lain membantu warga berkebun dan belajar langsung menanam kentang serta sayuran khas pegunungan.
Tak hanya itu, siswa juga mengajar di sejumlah TPQ seperti TPQ Nurul Falah, TPQ Riyadhul Jannah, dan TPQ U. Sneman. Kehadiran mereka disambut antusias oleh anak-anak dan masyarakat sekitar.

Puncak kegiatan berlangsung saat para siswa melakukan perjalanan menuju Puncak B29 pada pukul 02.00 dini hari. Dengan berbekal makanan sederhana, mereka menempuh jalur pendakian untuk menyaksikan matahari terbit dari kawasan yang terkenal dengan panorama “Negeri di Atas Awan”.
Di tengah perjalanan, peserta berhenti sejenak untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah di tengah dinginnya pegunungan. Perjuangan melewati medan terjal dan cuaca dingin akhirnya terbayar ketika mereka tiba di puncak dan menyaksikan panorama Gunung Bromo dari ketinggian B29.
Kegiatan kemudian ditutup dengan upacara penutupan dan pelantikan kelulusan Bantara di tengah kabut pegunungan. Suasana haru dan bahagia menyelimuti para siswa yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

Sebelum kembali ke Sidoarjo, para siswa berpamitan dan mengabadikan momen bersama orang tua asuh yang selama beberapa hari telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga proses pembelajaran hidup yang mengajarkan tentang kemandirian, kepedulian, dan arti kebersamaan di tengah masyarakat.
