Kunjungan berikutnya direncanakan pada Januari 2025 ke lembaga pendidikan Salihiyah di Pattani, Thailand, yang tergabung dalam jaringan Assalam Smart School Association (ASSA) Thailand. Dr. Abdullah Yeelah, Presiden ASSA Thailand dan pimpinan sekolah Salihiyah Pattani, menyambut baik rencana kerja sama ini. “Lembaga kami telah berusia 80 tahun. Tantangan dakwah pendidikan di Thailand sangat terasa, namun Alhamdulillah, pemerintah Thailand sangat mendukung. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan yang diberikan kepada karya siswa dan guru kami dari Kerajaan Thailand,” ujarnya.
Kunjungan ke Salihiyah Pattani memberikan pengalaman menarik. Meskipun Thailand mayoritas beragama Buddha, terdapat empat provinsi dengan populasi Muslim yang signifikan, yaitu Patani, Yala, Narathiwat, Satun, dan Songkhla. Lembaga Salihiyah yang telah berdiri selama 80 tahun ini menyambut rombongan dengan penuh kehangatan dan meriah, menampilkan seni Islami yang dipersembahkan oleh para santri. “Semangat dakwah mereka sangat kuat. Pantaslah Allah menjaga mereka tetap eksis di negeri Gajah Putih ini,” ujar salah satu anggota rombongan.
Melalui kunjungan ke tiga lembaga pendidikan di Malaysia dan Thailand ini, diharapkan dapat terjalin kerja sama yang lebih erat dalam bidang pertukaran pelajar, pelatihan sertifikasi kompetensi guru berstandar internasional, serta penerapan kurikulum internasional versi IHES yang terintegrasi dengan sistem pendidikan di sekolah. Dengan demikian, lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Bina Ummat Bojonegoro siap menghadapi tantangan global menuju kebangkitan Islam. Amin. (SWD)
