SIDOARJO – Ada momen ketika sebuah ruangan kecil mendadak penuh denyut energi—suara diskusi, sajian timeline agenda, dan raut wajah para panitia yang bersiap menyukseskan sebuah perhelatan besar. Suasana itulah yang tampak di SDIT Madani Ekselensia, Sidoarjo, saat Panitia Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6 JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur menggelar rapat persiapan. Rapat ini menjadi titik awal dari rangkaian acara besar yang akan mempertemukan ratusan pimpinan sekolah Islam terpadu se-Jawa Timur.
Di ruang rapat yang hangat itu hadir seluruh koordinator seksi yang telah ditunjuk. Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Moch Edris Effendi, ST, M.PSDM, bersama Ketua Panitia Muswil, Leily Prihatiningtyas, ST, memimpin jalannya koordinasi. Mereka memastikan setiap detail acara berjalan rapi, mulai dari teknis persidangan hingga persiapan penyambutan tamu dari berbagai daerah.
Muswil ke-6 JSIT Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada 6–7 Desember 2025 di Favehotel Sidoarjo. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan: akses yang mudah, letak strategis, serta kedekatannya dengan Bandara Juanda—terutama karena acara ini akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum JSIT Indonesia, Ahmad Fikri, NLP, yang datang dari Jakarta.
Rangkaian acara Muswil tahun ini juga diproyeksikan lebih semarak. Pada pembukaan, panitia mengundang Gubernur Jawa Timur, DR. (HC.UA) Hj. Khofifah Indar Parawansyah. Kehadiran beliau bukan hal asing, sebab lima tahun lalu pada gelaran Muswil di Kediri, beliau juga turut hadir bersama jajaran OPD. Di Favehotel nanti, diperkirakan sekitar 350 peserta—mulai dari pengurus wilayah, utusan daerah, hingga para kepala sekolah—akan memadati ruang utama.
Tidak berhenti di hari pertama, agenda hari kedua akan diisi seminar dan lokakarya pengelola yayasan serta penetapan Ketua JSIT Jawa Timur periode 2025–2030. Ini menjadikan Muswil bukan hanya ajang formal organisasi, tetapi forum strategis untuk membahas arah pendidikan Islam terpadu di Jawa Timur.
Melalui tema “Berkolaborasi dan Berinovasi Wujudkan Pendidikan Bermutu di Jawa Timur,” Muswil tahun ini menjadi momentum konsolidasi besar. JSIT Jawa Timur membina 437 sekolah anggota, terdiri dari 231 TK, 131 SD, 56 SMP, dan 19 SMA—angka yang merefleksikan besarnya pertumbuhan sekolah Islam terpadu di provinsi ini.
Dalam sambutannya, Moch Edris Effendi mengajak seluruh sekolah dan mitra JSIT Jatim untuk turut mensukseskan Muswil ke-6. Setelah rapat koordinasi, panitia bahkan langsung meninjau lokasi di Favehotel untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran acara. Setiap detail dicek—fasilitas, ruang sidang, hingga alur mobilitas peserta—agar Muswil nanti benar-benar berjalan tertib dan membawa kesan baik bagi semua yang hadir.

Muswil ini tidak hanya menjadi forum pemilihan pemimpin organisasi. Ia adalah panggung tempat gagasan besar pendidikan Islam terpadu dibicarakan, dipertemukan, dan diperkuat. Dan semua berawal dari sebuah rapat sederhana di sebuah sekolah di Sidoarjo—ruang kecil yang sedang menyiapkan sebuah perhelatan besar.
