Istilah generasi emas baru muncul pada masa sekarang, namun kami sangat yakin Indonesia sebagaimana negara-negara lain sebelumnya telah mengalami fase generasi emas. Dan kalau dirunut sejarah perjuangan bangsa. Indonesia telah mengalami fase generasi emas pada saat Indonesia merdeka tahun 1945, ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh muda yaitu Sukarno-Hatta (Presiden dan Wakil Presiden RI), Bung Tomo, Jendral Sudirman, dan tokoh besar lainnya yang memiliki pemikiran visioner, modern, nasionalis, pemersatu, cinta negaranya dan siap mengabdikan hati, jiwa dan pikiranya untuk perjuangan meraih kemerdekaan. Hasilnya Indonesia Merdeka dari penjajahan dan lahirlah UUD 1945 serta Pancasila sebagai peletak dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan mampu menyatukan rakyat Indonesia dari berbagai agama, suku, budaya, Bahasa dari sabang sampai Merauke. Suatu perjuangan yang tidak mudah dilakukan.
Bahkan sebelum Indonesia Merdeka telah lahir tokoh besar bangsa yang miliki semangat persatuan, terbebas dari penjajahan dan ingin rakyatnya merdeka, mandiri, cerdas dan Sejahtera. Kita ingat tokoh KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dikenal dengan sang pencerah, KH.Hasyim Ashari pendiri Nahdatul Ulama. HOS. Cokroaminoto pendiri Syarikat Islam. Dr Sutomo Pendiri Budi Utomo, dan banyak tokoh besar yang lainnya. Kami sangat yakin mereka lahir dan hadir pada saat Indonesia menuju pada fase generasi emas atau zaman keemasan waktu itu.
Semangat untuk mempersiapkan generasi emas tahap berikutnya bangsa Indonesia telah dicanangkan Kembali dan siapkan oleh pemerintah sejak tahun 2012 dan puncak nya tahun 2045 tepatnya 100 tahun atau 1 abad Indonesia Merdeka. Oleh Mendiknas pada tanggal yang tertuang ke dalam visi emas Indonesia tahun 2045 yaitu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045 yang mampu mengembangkan potensi dirinya memiliki kekuatan spiritual pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, kecerdasan, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara serta dunia secara global.
Kalau sekarang tahun 2024 maka tinggal 21 tahun Indonesia akan memasuki fase tersebut. Anak-anak yang bersekolah sejak TK, SD, SMP, SMA saat ini mereka nanti di tahun 2045 sudah berusia 30-40 tahun, usia yang sangat produktif, mereka akan merasakan puncak generasi emas di tahun 2045.
Saat ini Indonesia telah memasuki bonus demografi sampai menuju puncaknya yaitu tahun 2045. Bonus demografi akan menjadi berkah jika disiapkan dengan matang sehingga lahir generasi yang produktif, berkarakter, tangguh dan berkualitas, namun akan menjadi bencana jika tidak disiapkan dengan matang. Karena tantangan kedepan juga tidak mudah dampak negative teknologi, kecanduan gaget, narkoba, pergaulan bebas, LGBT, dan permasalahan sosial lainya akan mengiringi fase puncak generasi emas bangsa Indonesia kedepan.
Lembaga pendidikan memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi emas di masa depan. Pendidikan kita hari ini adalah wajah pendidikan 20 tahun yang akan datang. Kelas-kelas kita hari ini adalah wajah karakter anak-anak 20 tahun yang akan datang. Cara mendidik dan mengajar kita hari ini adalah wajah kepribadian anak-anak 20 tahun yang akan datang. Dan guru-guru kita hari ini adalah prototipe kompetensi anak-anak 30 tahun yang akan datang.
Tantangan Sekolah Islam Terpadu
