Falsafah-falsafah ini tidak hanya menjadi pedoman dalam pendidikan, tetapi juga dalam pengembangan unit usaha di Gontor. Ustadz M. Sabar menjelaskan, unit usaha di Gontor dikelola dengan prinsip kemandirian dan kebermanfaatan. “Hanya orang penting yang tahu kepentingan, dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan. Ini yang mendasari semangat kami dalam mengelola unit usaha,” ujarnya.
Melalui Kopontren Latansa Gontor, CV. Latansa Gontor, dan PT Yasyfin Darussalam Gontor, pesantren ini telah membuktikan bahwa nilai-nilai luhur dapat diimplementasikan dalam praktik bisnis yang berkelanjutan. Unit-unit usaha tersebut tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan dan pengabdian bagi santri dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur Moch Edris Effendi mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara sarasehan yang dihadiri oleh 300 pimpinan yayasan SIT.
“Alhamdulillah, sebagian besar peserta sangat antusias dan mendapatkan inspirasi yang bermanfaat pada acara hari ini. Semoga berdampak untuk memajukan lembaga pendidikannya,” tandas ustad Edris.
Ustad Edris juga menambahkan keterangan bahwa JSIT Jatim berencana memfasilitasi pimpinan yayasan yang berminat untuk melakukan studi tiru ke pondok pesantren Gontor.
