Jusuf Kalla senang melihat perkembangan sekolah-sekolah Islam yang bermutu
Sumber : Humas JSIT Indonesia
JAKARTA – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti sebuah rumah di bilangan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (21/5). Rumah itu milik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla (JK). Hari itu, beliau kedatangan tamu istimewa: jajaran pengurus pusat Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.
Silaturahmi itu tak sekadar pertemuan formal. Sesi bincang santai berlangsung hampir sejam. Tawa ringan sesekali terdengar, diselingi obrolan serius tentang pendidikan Islam di Indonesia. JK pun tampak antusias menanggapi paparan dari para pimpinan JSIT.
Hadir dalam rombongan, antara lain Ketua Dewan Pembina Sukro Muhab, Anggota Dewan Pembina Muhtasor, Ketua Umum Fahmi Zulkarnain, Wakil Ketua Umum bidang PAUD Dikdasmen, Wakil Ketua Umum bidang Kemitraan Suhartono, Bendahara Umum Mas’ud, dan Manager Operasional Arviantoni Sadri.
“Saya senang melihat perkembangan sekolah-sekolah Islam yang bermutu. Tapi jangan lupa, harus diperkuat dengan standar mutu yang baik,” pesan JK bijak, sembari menyeruput teh hangat yang tersaji di meja tamu.
JSIT Indonesia tak datang dengan tangan kosong. Dalam kesempatan itu, mereka juga secara langsung mengundang JK untuk hadir dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI JSIT Indonesia yang rencananya digelar di Makassar pada akhir Juli 2025.
Mendengar undangan itu, raut wajah JK tampak berseri. Ia menyambut baik ajakan tersebut. “InsyaAllah, saya akan usahakan hadir,” ujar pria asal Sulsel yang juga pernah menjabat wapres di dua era berbeda, SBY dan Jokowi itu.
Bagi JSIT, kehadiran JK nanti tentu bukan sekadar simbol. Sosoknya yang peduli dengan pendidikan dan kiprahnya dalam memajukan bangsa menjadi inspirasi tersendiri bagi jaringan sekolah Islam di seluruh nusantara.
Pertemuan di Darmawangsa itu pun ditutup dengan doa dan harapan agar pendidikan Islam di Indonesia terus melesat, tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.
