Kamis, 15 Januari 2026
  • Login
jsit-jatim
  • Kiprah
    • Profile
    • Program
  • Artikel
  • Profil SIT
  • Download
    • Logo Resmi
    • Foto Resmi Pengurus Pusat
No Result
View All Result
jsit-jatim
No Result
View All Result
Home Kolom

6 Tips Efektif Menanamkan Akhlak Pada Anak Tanpa Membebani

by Janan
2024/11/10 | 09:17
in Kolom, Nasional
Reading Time: 4 mins read
0
0
SHARES
242
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Menanamkan akhlak pada anak sejak dini tanpa paksaan adalah kunci membentuk perilaku santun sepanjang hayat.

Penulis: Janan, S.Pd. (Kepala SDIT Al Ibrah)

Related Posts

Guru Kunci Peradaban

Buku Antologi “Goresan Pena Guru Hebat Mutiara Ummat” Terbit, Wujudkan Semangat Menulis Guru

Pesan sang Guru Besar

Kompetisi untuk Mengasah Skill Pendidik Al Uswah Surabaya

Dulu waktu saya kecil, ketika diajak orang tua bertamu selalu dipesan, “Nanti saat di rumah orang, yang sopan ya!”

Meski saat itu pikiran saya sebagai anak-anak belum memahami betul apa manfaat pesan orangtua itu dan akibat jika saya tidak melakukannya, namun jiwa seorang anak yang ingin berbakti pada orangtua, pesan itu saya laksanakan begitu saja.

Seiring dengan waktu, baru menyadari betapa ‘unggah-ungguh’, tata krama dan sopan santun terhadap orang sangatlah penting.

Fenomena saat ini sangat miris. Ketika di media sosial viral seorang murid SMP bentak-bentak gurunya. Bahasa yang digunakan pun “jawa ngoko” layaknya bicara dengan teman sebaya,  bahkan kata-kata kasar keluar dari mulutnya.

Sungguh sebuah realita yang perlu dicari titik ‘benang ruwet’-nya. Keluarga, sekolah atau lingkungan? yang mengontaminasi nalar,pikiran dan sikap seorang anak.

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang ibu bersama anaknya bertamu ke rumah. Saat kami sedang bercengkrama, si anak bermain. Sesekali ia ke kursi sofa dan berlari-lari di atas shofa. lompat dari sofa yang satu ke sofa lainnya. Bahkan melompat-lompat laksana di atas trampolin. Meski si ibu melihatnya, ia dibiarkan  bermain seperti itu.

Terlihat dari sorot matanya, seolah ibu itu berkata, “Ah, anak kecil. Ia sedang menikmati keasyikannya. Ia kan masih anak-anak, belum tau mana yang baik dan mana yang buruk.”

Bukannya anak-anak adalah sosok kecil ‘peniru andal’ ?  Kenapa tidak memanfaatkan masa keandalannya untuk mengisi dengan hal yang baik?

Apa karena usia anak-anak yang karakternya lebih banyak bermain lantas belum waktunya ditanamkan hal baik?

Sepertinya tidak begitu. Saya pernah mendengar dalam sebuah seminar parenting tentang pentingnya menanamkan karakter positif bisa dilakukan sejak dini.

Namun diperlukan kesabaran dan konsistensi dari orangtua. Kecuali orangtua yang enggan dan gak mau ‘ribet’ alih-alih dengan dalih ‘belum waktunya untuk anak usia dini.

Menanamkan tata krama atau adab pada anak usia dini sangat penting . Usia dini adalah masa di mana anak-anak belajar dari lingkungan sekitar, baik dari perilaku orang tua, guru, maupun teman-temannya.

Pengajaran adab pada usia ini tidak hanya membantu mereka memahami bagaimana berinteraksi dengan sopan, tetapi juga membentuk karakter baik yang akan terbawa hingga dewasa.

Berikut adalah beberapa cara efektif menanamkan adab pada anak tanpa membuat mereka terbebani:

1. Memberi Contoh Langsung

Anak usia dini adalah peniru ulung. Dengan menunjukkan sikap sopan, seperti mengucapkan “tolong,” “maaf,” dan “terima kasih” dalam kehidupan sehari-hari, anak akan lebih mudah mengikuti perilaku ini.

2. Pengulangan dan Konsistensi

Anak-anak perlu melihat perilaku baik secara berulang. Setiap kali mereka bertemu seseorang, ingatkan mereka untuk mengucapkan salam atau menyapa dengan ramah. Pengulangan akan membuat mereka semakin terbiasa.

3. Memanfaatkan Cerita atau Dongeng

Dongeng atau cerita anak sering kali sarat dengan pesan moral. Menggunakan cerita ini adalah cara menyenangkan untuk mengajarkan nilai-nilai seperti hormat, jujur, dan berbagi kepada anak.

4. Memberi Pujian untuk Perilaku Baik

Pujian sederhana saat anak bersikap sopan atau menunjukkan perilaku baik dapat memperkuat motivasi mereka. Ini membuat anak merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk mengulang perilaku tersebut.

5. Melatih Secara Bertahap dan Sesuai Kemampuan

Anak usia dini belum memahami aturan yang kompleks. Mulailah dengan tata krama sederhana, seperti mengucapkan salam atau tidak memotong pembicaraan orang lain. Seiring waktu, ajarkan aturan yang lebih luas.

6. Menanamkan Rasa Empati

Mengajarkan anak untuk memahami perasaan orang lain dapat membuat mereka lebih peka dan secara alami mengembangkan sikap sopan. Dengan memahami bahwa tata krama bertujuan untuk menghormati orang lain, anak akan belajar menghargai dan menjaga perasaan orang di sekitarnya.

Dengan pendekatan ini, menanamkan akhlak pada anak menjadi lebih menyenangkan dan tidak membebani. Nilai-nilai kebaikan yang dipupuk sejak dini akan membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia.

Semoga bermanfaat! Wallahu a’lam bish shawab.

Tags: JananMembentuk karakterparenting

Janan

Kepala SDIT Al Ibrah Gresik | Staf Humas JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur

RekomendasiBerita

headline

Gamal Albinsaid, Pemuda Solutif dan Kaya Prestasi

by Anjaya Wibawana
8 Februari 2025
0
76

Jangan bangga dengan idemu, tetapi fokuslah pada masalah yang ingin diselesaikan Gamal Albinsaid, lahir di Malang pada 8 September 1989,...

Read more

Raih Peringkat 1 Ajang Kompetisi Internasional, Siswa SD IT Gresik Alami Otak Panas di Awal Belajar Matematika

10 Maret 2024
159

Penghujung Masa Bakti, JSIT Jatim Tak Mau Setengah Hati

24 Mei 2025
89

Tegas! Tiga Menteri Atur Pembelajaran Selama Ramadan 1446

21 Januari 2025
7

Silaturahmi Hangat JSIT Indonesia dengan JK: Bahas Mutu Sekolah Islam dan Undangan ke Makassar

1 Juni 2025
8
Next Post

Pramuka Tak Pernah Susah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

headline

Musda JSIT Jatim 2026 Dimulai, Ini Daftar Daerah Pelaksana Gelombang Pertama

by kontributor jsit
9 Januari 2026
0
34

SURABAYA - Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Timur resmi merilis jadwal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang akan...

Read more

Keren! Siswa Kelas 6 SDIT Nurul Islam Teliti Lingkungan Sekitar, Ada yang Presentasi Pakai Bahasa Inggris

Kadisdik Hadiri Musda JSIT Blitar, Adif Fanani Resmi Pimpin Organisasi hingga 2029

Dihadiri Pejabat Pemkab, Musda ke-3 JSIT Lumajang Dorong Pendidikan Tangguh dan Adaptif

Musda III JSIT Gresik–Lamongan Sukses Digelar, Mulyono Terpilih Kembali sebagai Ketua Periode 2025–2029

Dari Musda III JSIT Tuban, Umi Wahidah Resmi sebagai Ketua Terpilih

JSIT Jember Sukses Gelar Musda III, Ini Susunan Pengurus Terpilih Periode 2025-2029

Load More

Popular Posts

Terbaru! Cara Mendapatkan NRG Setelah Lulus PPG dan Jadwal Penerbitannya

by Anjaya Wibawana
2 Juni 2025
1
12.2k

Inilah Kumpulan Falsafah Pendidikan Gontor yang Menginspirasi Pimpinan SIT se-Jatim

by Anjaya Wibawana
8 Februari 2025
0
8.3k

Tanpa Andalkan SPP, Gontor Sejahterakan Guru Lewat Unit Usaha

by admin
8 Februari 2025
0
4.8k

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia Wilayah Jawa Timur, Pusat penggerak dan pemberdayaan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia menuju sekolah efektif dan bermutu

Facebook Youtube Instagram

© 2025 JSIT  Indonesia Wilayah Jawa Timur

  • Dewan Redaksi | Ketentuan Web | Kebijakan Umum
No Result
View All Result
  • Artikel Anggota
  • Berita
  • Cari Anggota
  • Download
  • Grup Anggota Default
  • JSIT Jawa Timur – Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Berita
  • Keislaman
  • Kiprah
  • Kirim Artikel Baru
  • Login
  • Lupa Kata Sandi
  • Pendaftaran
  • Privacy Policy
  • Profil Saya
  • Profile
  • Program
  • Semua Grup
  • Syarat dan Ketentuan Web
  • Anggota

© 2023 jsit-jatim.com | - Media Digital JSIT Membangun Branding & Menebarkan Inspirasi by jsit-jatim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In