Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Siswandi, menyampaikan sambutan pada pembukaan Youth Camp JSIT Jatim yang digelar di Royal Caravan Trawas, Sabtu–Minggu (22–23/11). Kegiatan yang diinisiasi Bidang Pribadi Islam (BPI) JSIT Jatim ini diikuti siswa kelas 12 dari SMAIT, SMKIT, MAIT, hingga SMA negeri se-Jawa Timur.
Youth Camp tahun ini mengusung semangat pembentukan karakter melalui rangkaian materi yang menghadirkan para narasumber dari berbagai bidang dakwah. Pada Sabtu siang, Ust Ahmad Jabir, M.T membuka sesi dengan pemahaman mengenai urgensi dan medan dakwah politik di Indonesia. Dilanjutkan sore harinya dengan materi dari Ust Dr Muttaqien, yang menekankan pentingnya istiqomah mengikuti tarbiyah di kampus sekaligus berkontribusi aktif dalam dakwah kampus. Malam harinya, Ust Dr Erik Kurniawan melengkapi agenda dengan materi tentang peran pemuda dalam membangun Indonesia melalui dakwah profesi.
Dalam sambutannya, Siswandi mengapresiasi kerja panitia yang telah mempersiapkan acara sejak jauh hari. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pembina dan pendamping yang mengawal para peserta selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah, berkat rahmat Allah kita bisa hadir dalam kegiatan yang insyaAllah akan menjadi pengalaman berharga, bahkan mungkin salah satu yang paling kalian ingat sepanjang hidup,” ujar Siswandi membuka sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa Youth Camp bukan sekadar kegiatan LDKS ataupun outbound. Lebih dari itu, Youth Camp dirancang sebagai sarana takwin, atau pembentukan diri menuju level yang lebih tinggi: menjadi pelopor. Karena itu, para peserta diharapkan memahami tujuan utama kegiatan ini, yaitu memastikan setiap peserta memiliki sepuluh karakter muslim sejati atau yang dikenal dengan 10 muwashofat.
Kesepuluh karakter tersebut meliputi akidah yang lurus, ibadah yang benar, akhlak yang baik, wawasan luas, jasmani yang sehat, kedisiplinan, kesungguhan, kemampuan mengendalikan emosi, keteraturan dalam urusan, serta memberi manfaat bagi orang lain.
“Puncaknya adalah menjadi sebaik-baik manusia, yaitu yang paling bermanfaat bagi orang lain,” kata Siswandi.
Selain agenda materi utama, peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan pendukung seperti outbound, long march, hingga diskusi interaktif. Selama dua hari tersebut, para peserta tidak hanya diajak belajar, tetapi juga bersosialisasi dan memperluas jejaring sesama muslim dari berbagai sekolah di Jawa Timur.

Siswandi berharap kegiatan ini menjadi pijakan awal lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas. “Kami berharap 10 tahun ke depan, lahir pemimpin besar bangsa dari alumni Youth Camp: pemimpin yang saleh, penghafal Al-Qur’an, adil, dan mampu mensejahterakan rakyat,” tutupnya.
