Puasa Syawal bukan sekadar tradisi, tapi amalan yang memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.”
(HR. Muslim)
Tak hanya itu, Al-Quran pun menegaskan kebaikan ibadah puasa secara umum, sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 184)
Apresiasi Kecil, Dampak Besar
Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, para wali kelas memberikan apresiasi khusus kepada siswa-siswi yang berpuasa. Tindakan kecil seperti ini sangat berarti untuk menumbuhkan cinta terhadap ibadah sunnah sejak dini.

