
Sebagai salah satu sekolah unggulan, SDIT Permata Surabaya menunjukkan prestasi luar biasa dalam seleksi tahun ini. Dari 44 peserta yang dikirimkan, sebanyak 37 siswa dinyatakan lolos. Rinciannya, 23 siswa berhasil dalam kategori hafalan 3 juz, sementara 14 siswa lainnya lolos dalam kategori 5 juz.
Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, di mana SDIT Permata mengirimkan 39 siswa dengan 33 siswa berhasil mendapatkan beasiswa. Dengan pencapaian ini, SDIT Permata kembali mempertahankan posisi sebagai sekolah dengan jumlah penerima beasiswa tahfiz terbanyak se-Kota Surabaya.
Kepala Sekolah SDIT Permata, Ustazah Amilud Dinul Qoyyimah, S.Pd, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, tahun ini SDIT Permata kembali menduduki peringkat tertinggi, dua tahun berturut-turut. Bahkan jumlah peserta yang lolos meningkat dibanding tahun sebelumnya, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh manajemen SIT Permata,” ujarnya.
Perjuangan Panjang Para Hafiz
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras peserta dan tim beasiswa yang telah menjalani berbagai program persiapan. SDIT Permata menerapkan dua strategi utama, yakni ikhtiar jalur bumi dan ikhtiar jalur langit. Jalur bumi melibatkan pembinaan intensif, mulai dari setoran hafalan harian kepada ustaz dan ustazah, hingga keterlibatan orang tua dalam mengawasi murojaah anak di rumah.
Jalur langit ditekankan satu pekan sebelum ujian dengan meningkatkan ibadah harian, seperti sedekah subuh, salat tepat waktu, qiyamul lail, serta tilawah dan murojaah yang lebih intensif. Perjuangan para peserta tidaklah mudah, terutama di jam-jam istirahat yang sering kali harus dikorbankan demi mengejar target hafalan.
Dengan adanya program beasiswa ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan. SDIT Permata Surabaya telah membuktikan bahwa komitmen dan usaha yang maksimal akan membuahkan hasil yang gemilang.

Barokallah