PONOROGO – Di tengah kesibukan para santri menimba ilmu, sebuah kabar menggembirakan datang dari Pondok Pesantren/SMA IT Darut Taqwa Ponorogo. Dalam suasana yang teduh dan penuh kekhusyukan, seorang santri putri kembali mencatatkan prestasi luar biasa yang membuat seluruh civitas pesantren terpukau.
Adalah Waliyyan Mursyida Al-Hanifah, santri kelas 12 Intensif asal Ponorogo, yang berhasil menuntaskan Tasmi’ 30 Juz bil Ghoib seorang diri hanya dalam dua hari. Tidak hanya sekali, prestasi itu ia capai untuk ketiga kalinya, sebuah capaian yang menunjukkan kedalaman usaha, ketekunan, serta kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an.
Kepala SMA IT Darut Taqwa Ponorogo, Komari, M.Pd, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Waliyyan bukan hanya membanggakan lembaga, tetapi juga menjadi teladan nyata bahwa kedisiplinan dan mujahadah mampu melahirkan hasil yang tak biasa.
Pelaksanaan tasmi’ berlangsung di lingkungan pesantren dengan suasana yang syahdu. Para ustazah, teman-teman seangkatan, hingga orang tua yang hadir menyimak setiap ayat yang dilantunkan. Bacaan Waliyyan yang merdu dan terjaga membuat banyak yang tak kuasa menahan haru. Beberapa santri mengaku termotivasi untuk memperkuat hafalan mereka setelah menyaksikan proses tasmi’ yang penuh keteguhan itu.
Pihak pesantren menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut. Mereka berharap prestasi Waliyyan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh santri, tidak hanya untuk menghafal tetapi juga untuk menjaga dan mengamalkan Kalamullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga Allah terus melimpahkan keberkahan, kemudahan, dan keteguhan bagi Ananda Waliyyan dan seluruh penjaga Al-Qur’an,” demikian harapan yang disampaikan pihak sekolah.
Prestasi ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk pikuk zaman, masih ada generasi muda yang memilih untuk mencintai Al-Qur’an sepenuh hati. Dan dari Ponorogo, suara hafalan itu kembali bergema, menebarkan harapan.
Penulis: Komari, M.Pd
