Sidoarjo — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Ng. Tirto Adi, M.Pd., menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Sidoarjo. Kehadiran Kadisdik menjadi penegasan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sinergi pendidikan yang inklusif dan kolaboratif.
Dalam sambutannya, Dr. Ng. Tirto Adi menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.
“Boleh kita semua menjadi besar, tapi jangan mengecilkan yang lain. Boleh kita semua menjadi tinggi, tapi jangan merendahkan yang lain. Boleh kita semua menjadi mulia, tapi jangan menghinakan yang lain,” tegasnya di hadapan peserta Musda.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui tiga pilar utama. Pilar pertama adalah akademisi atau perguruan tinggi yang berperan dalam pengembangan keilmuan dan riset. Pilar kedua adalah dunia industri sebagai pengguna lulusan untuk memastikan kesesuaian antara output pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Sementara pilar ketiga adalah komunitas atau organisasi pendidikan, seperti JSIT, yang berperan langsung dalam pengelolaan dan penguatan satuan pendidikan.
Dr. Ng. Tirto Adi juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada JSIT yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam mengelola pendidikan secara profesional dan berkarakter. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka untuk terus menggandeng seluruh sekolah, baik swasta maupun negeri, dalam upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.
Musda ke-3 JSIT Sidoarjo menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen kolaborasi tersebut, sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi agar selaras dengan kebutuhan pendidikan daerah dan nasional. Kegiatan dilanjutkan dengan sidang pleno dan sidang komisi JSIT Daerah Sidoarjo untuk merumuskan kebijakan dan progam kepengurusan berikutnya.
Kegiatan berlangsung dengan semangat musyawarah dan kebersamaan, mencerminkan nilai-nilai pendidikan yang inklusif, bermartabat, dan saling menghargai.
