KEDIRI – Dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik menghadapi tantangan pendidikan di era digital, Yayasan Bina Insani Kediri menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Batch 1 pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di Kampus SDIT Bina Insani Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini diikuti oleh hampir seluruh guru SDIT dan SMPIT Bina Insani Kediri dengan tingkat partisipasi mencapai 95 persen. Acara berlangsung lancar dengan rangkaian kegiatan mulai dari pre-test, sesi growth mindset, hingga pendalaman konsep prinsip dan kerangka pembelajaran mendalam. Para peserta juga mendapatkan kesempatan praktik langsung merancang perencanaan pembelajaran berbasis deep learning.
Ketua panitia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Yayasan Bina Insani Kediri dalam menyiapkan guru yang adaptif dan mampu menghadapi perubahan zaman. “Di era digital, guru tidak lagi hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi fasilitator yang membimbing siswa agar siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Menurut pihak yayasan, penerapan pembelajaran mendalam memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan konsep ini, guru dapat menganalisis pola belajar siswa, mengidentifikasi kelemahan, serta merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta budaya belajar berkelanjutan di kalangan guru, peningkatan kualitas pendidikan di Yayasan Bina Insani Kediri, serta terbangunnya kolaborasi antarpedidik dalam berbagi praktik terbaik.
“Pelatihan ini menjadi langkah strategis kami untuk memperkuat pondasi pendidikan, sekaligus mendorong guru agar menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan pengalaman belajar relevan, adaptif, dan berdaya saing tinggi bagi siswa,” ungkap perwakilan Yayasan Bina Insani Kediri.
