Sebanyak 346 guru dari berbagai jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP, hingga SMA yang tergabung dalam jaringan Sekolah Islam Terpadu (SIT) memadati Aula Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Ahad (6/7/2025). Kehadiran mereka dalam rangka mengikuti Seminar Regional JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur yang mengangkat tema besar tentang Implementasi Pembelajaran Deep Learning dan Penyiapan Tes Kemampuan Akademik di Sekolah Islam Terpadu.

Seminar ini merupakan langkah strategis JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur dalam menjawab tantangan pembelajaran masa kini yang lebih berorientasi pada pemahaman mendalam serta peningkatan kualitas akademik siswa.
Seminar menghadirkan pembicara-pembicara kompeten di bidangnya, antara lain Dr. Mohammad Zahri, M.Pd (Dewan Pembina JSIT Indonesia), Dr. Dwi Ilham Rahardjo, M.Pd (Widyaprada Kemendikdasmen), serta Ketua JSIt Indoneisa Wilayah Jawa Timur Moch Edris Effendi, ST, M.PSDM sendiri.

Inisiasi MGMP: Komitmen JSIT Tingkatkan Mutu Guru SIT
Menariknya, pada sesi siang, melalui bidang Penjamin Mutu, JSIT Jatim juga menginisiasi pembentukan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk beberapa mapel utama di jenjang SMP dan SMA. Mapel tersebut meliputi Geografi, Sejarah, Matematika, Biologi, PAI, Fisika, Informatika, dan Bahasa Inggris.
Koordinator kegiatan, Ustadz Aris Wiranegara, menjelaskan bahwa pembentukan MGMP ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan menyamakan pemahaman terkait pembelajaran di lingkungan sekolah Islam Terpadu.
“Kami akan membentuk dan membagikan grup WhatsApp MGMP kepada para kepala sekolah agar bisa dibagikan kepada guru-guru mapel terkait di sekolah masing-masing,” jelas Ustadz Aris.
Ia juga berharap dukungan aktif dari para kepala sekolah untuk mendorong guru bergabung dalam komunitas MGMP sebagai sarana belajar dan peningkatan profesionalisme berkelanjutan.
Dokumentasi selengkapnya silakan klik disini
