JOMBANG – Suasana berbeda terasa di SDIT Brilliant Mojoagung, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jumat (9/1/2026). Puluhan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi Jombang, sebuah program edukatif yang menghadirkan para profesional untuk berbagi pengalaman sekaligus menumbuhkan cita-cita sejak dini.
Kegiatan ini menghadirkan relawan pengajar dari beragam latar belakang profesi, mulai dari bidan, apoteker, perawat, sanitarian kesehatan, entrepreneur, pengusaha bimbingan belajar, jurnalis, hingga petugas Dinas Perhubungan. Mereka hadir langsung di sekolah untuk mengenalkan dunia kerja kepada siswa dengan cara menyenangkan dan mudah dipahami. PIC Kelas Inspirasi Jombang, Ernest Renan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membuka wawasan anak-anak sekolah dasar mengenai berbagai pilihan profesi di sekitar mereka.
“Kelas Inspirasi Jombang ini mendatangkan profesi-profesi yang ada di sekitar kita untuk menginspirasi adik-adik di SD. Jadi mereka bisa tahu, oh ternyata banyak sekali pilihan cita-cita,” ujar Renan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 6 relawan pengajar, 3 relawan dokumentator, dan sekitar 24 relawan panitia terlibat aktif. Menariknya, seluruh relawan hadir tanpa menerima bayaran.
“Relawan-relawan di sini murni relawan, tidak dibayar sama sekali. Mereka dengan sukarela meluangkan waktu, bahkan ada yang harus izin kerja atau mengambil cuti demi bisa ikut Kelas Inspirasi Jombang,” tambahnya.
Para profesional tidak hanya memperkenalkan profesinya, tetapi juga menjelaskan tugas sehari-hari secara interaktif. Misalnya, relawan bidan menjelaskan perannya dalam membantu persalinan, apoteker mengenalkan cara meracik dan mengonsumsi obat dengan benar, hingga petugas Dinas Perhubungan yang mengajarkan rambu-rambu lalu lintas.
Kegiatan ini juga mengangkat tema International Women’s Day, sehingga sebagian besar relawan pengajar merupakan perempuan. Ernest menegaskan, hal ini menjadi pesan penting bagi para siswa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pekerjaan yang biasanya identik dengan laki-laki juga bisa dilakukan perempuan. Seperti di Dinas Perhubungan, tidak hanya laki-laki saja, perempuan juga bisa,” jelasnya.
Melalui Kelas Inspirasi Jombang, para relawan berharap benih-benih mimpi mulai tumbuh di benak para siswa. “Harapan kami, kegiatan ini bisa membuka cakrawala adik-adik dan membantu mereka merencanakan masa depan serta meraih cita-cita,” pungkasnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Jenaira Nur Haidar Nur Atma (9), siswi kelas 2, mengaku senang dengan kegiatan tersebut.
“Tadi ada Kelas Inspirasi. Belajar sambil main, diajarin tentang profesi bidan, jurnalis, sama apoteker. Seru, soalnya kalau sekolah biasa kan ngerjain soal banyak, kalau ini enak,” katanya polos.

Hal serupa dirasakan Muhammad Dafa Ibnu Hafidz (10), siswa kelas 4. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.
“Tadi diajarin rambu lalu lintas sama tentang pengusaha. Rasanya senang dan bahagia, soalnya biasanya cuma belajar matematika. Kalau ini belajar sambil main,” ujarnya.
Hafidz pun berharap kegiatan serupa kembali digelar di sekolahnya. “Semoga Kelas Inspirasi Jombang bisa datang lagi ke sini,” harapnya.
Penulis : Kevin Nizar
