Penulis: Bihrom Valliant Ervianto (Kelas XI)
Magetan — Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-64, MAIT dan SMPIT Baitul Quran Al-Jahra menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di lapangan selatan pesantren, Kamis pagi (14/8). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengingat kembali nilai-nilai kepramukaan sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda.
Mengusung tema nasional “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, amanat pembina upacara menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan pendidikan non-formal yang berperan penting dalam membentuk insan Pancasila yang tangguh, berintegritas, dan cinta tanah air.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kak Pardi, S.Pd., menyampaikan bahwa tantangan zaman seperti digitalisasi, disrupsi teknologi, degradasi moral, hingga melemahnya semangat gotong royong menuntut kehadiran Gerakan Pramuka untuk memperkuat karakter dan kepribadian peserta didik. “Dalam menghadapi tantangan zaman seperti digitalisasi, disrupsi teknologi, hingga ancaman sosial seperti bullying, narkoba, dan hilangnya semangat gotong royong, Pramuka hadir sebagai solusi strategis membentuk karakter generasi muda,” tegas Kak Pardi.
Sebagai ekstrakurikuler wajib di satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai Permendikbud No. 63 Tahun 2014, Gerakan Pramuka juga mendorong peningkatan keterampilan hidup, kecerdasan emosional, dan kepemimpinan. Di era transformasi saat ini, Pramuka turut membekali anggotanya dengan kemampuan adaptif, termasuk di bidang teknologi informasi dan pelestarian lingkungan.
Selain itu, pembina upacara juga mengajak seluruh anggota Pramuka untuk aktif dalam kegiatan sosial seperti bakti masyarakat, penanggulangan bencana, serta gerakan hemat energi dan pelestarian alam.
Upacara ditutup dengan semangat kebersamaan, membangun optimisme menuju Indonesia Emas 2045 dengan Pramuka sebagai pilar pembentukan sumber daya manusia unggul dan calon pemimpin masa depan bangsa.
