Penulis : Abdullah Umar Sidiq, M. Pd
Surabaya — Suasana meriah dan penuh makna mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di SDIT Permata Surabaya. Mengusung tema “Bersatu dalam Kebaikan, Merdeka dari Perundungan”, acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga momentum penting untuk menanamkan nilai persatuan, kebersamaan, serta komitmen anti-perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang digelar sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB ini diikuti sekitar 360 siswa kelas 1–6 bersama 40 guru pendamping. Rangkaian acara dimulai dengan upacara pembukaan, dilanjutkan paduan suara lagu perjuangan yang menumbuhkan rasa cinta tanah air. Para siswa juga menyampaikan orasi kemerdekaan yang membangkitkan semangat perjuangan, serta puisi bertema nasionalisme yang menyentuh hati para pendengar.
Puncak kegiatan ditandai dengan Deklarasi Komitmen Bersama “Merdeka dari Perundungan”. Siswa dan guru membubuhkan cap jari di Karton Melawan Perundungan sebagai simbol janji untuk tidak melakukan dan tidak membiarkan bullying dalam bentuk apa pun.
Kepala SDIT Permata Surabaya, Amilud Dinul Qoyyimah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki empat tujuan utama:
- Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 dengan semangat kebangsaan.
- Menanamkan nilai kebaikan, kebersamaan, dan persatuan di kalangan siswa.
- Memberikan pemahaman tentang pentingnya menghentikan perundungan di sekolah.
- Menguatkan komitmen bersama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, salah satunya dengan membebaskan sekolah dari praktik perundungan. Dengan demikian, siswa dapat belajar dalam suasana yang positif dan penuh kebersamaan,” ungkap Amilud.
Acara ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh khidmat. Seluruh rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan SDIT Permata Surabaya berjalan lancar, tertib, penuh semangat, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
