Sabtu, 25 April 2026
  • Login
jsit-jatim
  • Kiprah
    • Profile
    • Program
  • Artikel
  • Profil SIT
  • Download
    • Logo Resmi
    • Foto Resmi Pengurus Pusat
No Result
View All Result
jsit-jatim
No Result
View All Result
Home Kolom

4 Kunci Menciptakan Suasana Belajar yang Bermakna

by admin
2023/11/15 | 08:39
in Kolom
Reading Time: 6 mins read
2
0
SHARES
566
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp
Foto : Moch. Edris Effendi (Al Uswah Surabaya)

Kunci pertama adalah Individualisasi.

Related Posts

Guru Kunci Peradaban

Buku Antologi “Goresan Pena Guru Hebat Mutiara Ummat” Terbit, Wujudkan Semangat Menulis Guru

Pesan sang Guru Besar

Kompetisi untuk Mengasah Skill Pendidik Al Uswah Surabaya

Kita mengetahui bahwa pada hakikatnya setiap anak memiliki keunikan sendiri-sendiri. Allah SWT menciptakan mereka dengan kondisi yang pasti beragam, baik dari sisi fisiknya, sifatnya, kecenderungan, dan lainnya.

Keunikan ini kalau dihubungkan dengan proses belajar bisa difahami dari modalitas dan gaya belajar siswa yang berbeda-beda, ada yang lebih cenderung ke visual, auditori, dan juga kinestetik.

Minat siswa terhadap materi pelajaran juga beragam, ada yang lebih suka dengan hitung-hitungan tapi kurang minat dengan seni dan olahraga, dan begitu pula sebaliknya. Faktor minat ini yang pada akhirnya berpengaruh terhadap capaian hasil belajar mereka.

Begitu pula kondisi psikologis siswa yang bisa jadi berubah-ubah setiap harinya. Keunikan siswa ini yang harusnya diakomodir oleh guru dengan cara memberikan perlakuan atau kegiatan yang sesuai kondisi mereka.

Ragam aktifitas yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran merupakan bagian dari cara kongkret untuk mengakomodir keunikan siswa ini. Guru juga terus berusaha untuk menciptakan peluang bagi siswanya agar semakin melejit prestasinya. Ada siswa yang terlambat di satu pelajaran, tetap punya peluang besar untuk meraih prestasi di pelajaran lainnya. Upaya guru untuk menyiapkan latihan soal yang sesuai dengan kemampuan siswanya, memberikan apresiasi terhadap siswanya yang sudah berusaha menjawab, melakukan pendekatan personal walau lewat ruang zoom tetap harus dilakukan dan ini bagian dari penerapan individualisasi.

Kunci yang kedua adalah Interaksi. 

Suasana belajar akan berpotensi menjenuhkan ketika dilakukan satu arah. Misalnya guru lebih banyak ceramah di hadapan siswa, sehingga materi itu hanya satu arah dari guru ke siswa. Jika kondisi belajarnya demikian, maka akan membuat siswa kurang nyaman dalam mengikuti pembelajaran.

Mereka kurang mendapatkan pengalaman belajar yang menarik dan berkesan. Apalagi jika cara menjelaskan gurunya kurang bisa difahami, akan membuat siswa semakin bosan dan berdampak pada rendahnya minat belajarnya.

Kita meyakini bahwa sumber belajar itu bukan hanya terpusat dari gurunya. Siswa bisa belajar dari teman-temannya, bisa juga dari sumber belajar lainnya seperti buku, lingkungan sekitar, dan media belajar lainnya.

Menguatkan interaksi siswa dengan gurunya yang dibuat dua arah, interaksi siswa dengan siswa lainnya, interaksi siswa dengan materi pelajaran akan membuat hasil belajar semakin optimal. Pola interaksi yang multi arah seperti ini selain membuat suasana jadi lebih hidup, peluang untuk semua siswa mampu meraih kesuksesan bersama juga semakin besar.

Aktifitas belajar yang multi arah juga memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa untuk menjadi pembelajar yang baik. Ada kalanya siswa kita akan lebih memahami materi pelajaran ketika mendapatkan penjelasan dari temannya, dibandingkan penjelasan dari gurunya. Beragam aktifitas yang bisa diupayakan guru untuk membuat suasana belajar jadi multi arah dan tetap bisa dilakukan di ruang virtual seperti diskusi kelompok, tanya jawab, bermain peran, demonstrasi, saling memberikan tanggapan, dan lain-lain.

Kunci yang ketiga adalah Observasi.

Tugas guru bukan hanya menyampaikan materi kepada siswa atau menghabiskan bab yang ada di buku sesuai promes yang sudah dibuat. Usaha untuk memastikan pemahaman siswa terhadap materi yang sedang pelajari juga menjadi hal penting yang harus diupayakan oleh setiap guru.

Apalagi jika guru mengupayakan beragam aktifitas dengan menggunakan berbagai strategi dan model pembelajaran, maka proses untuk memastikan setiap siswa bisa memahami materi dengan baik menjadi kebutuhan yang harus diprioritaskan.

Jangan sampai apa yang kita kuatirkan di awal tadi menjadi kenyataan, yakni siswa aktif dalam pembelajaran, ternyata tidak bisa memahami materi dengan baik. Cara yang bisa dilakukan oleh guru dalam proses observasi ini adalah berusaha mengamati capaian siswa selama mengikuti rangkaian kegiatan di kelas. Hasil pengamatan akan semakin valid dan objektif ketika guru menyiapkan rubrik untuk menyimpulkan datanya.

Proses ini juga bisa dijadikan sebagai asesmen dalam proses pembelajaran. Asesmen seperti ini sering kita sebut dengan istilah penilaian formatif. Ketika guru mengetahui kondisi capaian siswanya, maka data itu bisa dijadikan sebagai bahan masukan atau evaluasi bagi sang guru tentang cara pengajarannya.

Guru juga bisa memanfaatkan hasil observasinya itu untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa, karena beliau akhirnya mengetahui aspek apa saja yang perlu diperbaiki lagi. Keterampilan guru dalam mengelola ruang kelas virtual semacam zoom sangat diperlukan agar memudahkan beliau dalam melakukan observasi ini. Pemanfaatan menu rekaman (record) juga akan sangat membantu aktifitas ini.

Kunci yang keempat adalah Refleksi.

Parameter kesuksesan hasil belajar siswa bukan hanya diukur dari berapa nilai yang didapatkan oleh siswanya. Tapi hal yang lebih penting dan tentunya lebih bermanfaat adalah apa yang bisa mereka perbuat dalam kehidupannya setelah mereka selesai belajar. Artinya hasil belajar siswa di kelas diharapkan memberikan dampak terhadap perubahan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupannya.

Itulah gambaran dari proses pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Maka di setiap akhir pembelajaran, hendaknya setiap guru mengupayakan ada tahapan untuk mengajak siswa mengambil hikmah dari aktivitas yang sudah dilakukan. Kemudian mereka diajak untuk merencanakan tindak lanjutnya, berupa rencana aktifitas yang bisa dilakukan dalam kehidupannya sehari-hari. Siswa bisa menuliskan di buku pribadinya atau menuliskan di layar zoom yang sudah disiapkan oleh gurunya. Diusahakan rencana aktifitas tersebut adalah berdasarkan usulan siswa sendiri, bukan ditetapkan oleh gurunya.

Dengan demikian, siswa akan lebih bertanggung jawab untuk melaksanakan apa yang dituliskannya tersebut. Tahap refleksi ini sebagai jembatan antara pengalaman belajar siswa di bangku sekolah dengan perubahan sikap dan perilaku yang akan mereka upayakan di lingkungan tempat tinggalnya. Ketika Pemerintah sedang berusaha menguatkan pendidikan karakter, maka tahap refleksi ini menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan misi baik tersebut.

Editor Anjaya Wibawana

Page 2 of 2
Prev12
Source: Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Timur
Tags: Edris Effendipembelajaran bermakna

admin

RekomendasiBerita

branding

Panduan Lengkap Publikasi Berita di Website JSIT Jatim: Dari Ide Hingga Viral

by Anjaya Wibawana
18 November 2025
0
218

Untuk Humas Hebat Sekolah Islam Terpadu se-Jawa Timur Sekolah Anda punya segudang prestasi, kegiatan inspiratif, dan inovasi pembelajaran yang luar...

Read more

Gak Perlu Iklan Mahal! Ini Cara Sekolah Islam Terpadu Bisa Dikenal Lewat Google Maps

10 Juli 2025
63

PRIMA! Begini Cara Islam Ajarkan Pelayanan Terbaik

10 Maret 2025
75

Tamparan kepada Murid: Luka, Cinta, dan Hikmah di Baliknya

16 Oktober 2025
253

Penerapan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Sekolah

10 Februari 2025
54
Next Post

Dihadiri Bupati Magetan, SMP IT Al Uswah Gelar Karya P5 dan Seminar Budaya

Comments 2

  1. Alimin says:
    2 tahun ago

    Keren Coach. Terbaik

    Balas
  2. Sulistiani says:
    2 tahun ago

    Mantap …. mtur nuwun ustdz. JSIT memang keren 👍👍👍

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

headline

180 Peserta Ikuti Bimtek Akreditasi 2026, JSIT Jatim Siapkan Sekolah Lebih Matang

by kontributor jsit
5 April 2026
0
97

SURABAYA— JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sukses Akreditasi 2026 pada Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan...

Read more

Kemenag Apresiasi Program JSIT Magetan, Sinergi Pendidikan Makin Kuat

Latih Kemandirian dan Kerja Sama, Siswa MI Nurul Amal Parang Ikuti Perkaju Penggalang

Muqoyyam Al-Qur’an Guru MIT Nurul Amal Parang: Menguatkan Semangat Belajar dan Kualitas Guru Qur’ani

SDIT Permata Surabaya Gelar Kegiatan Periksa Mata Bersama Rumah Sakit Mata Undaan

Ratusan Siswa SDIT Permata Ikuti Berenang Seru di Malindo Park Gresik

Festival Masakan Nusantara Warnai Hari Kartini di SMP IT Bina Insan Cemerlang Bondowoso

Load More

Popular Posts

Terbaru! Cara Mendapatkan NRG Setelah Lulus PPG dan Jadwal Penerbitannya

by Anjaya Wibawana
2 Juni 2025
1
12.3k

Inilah Kumpulan Falsafah Pendidikan Gontor yang Menginspirasi Pimpinan SIT se-Jatim

by Anjaya Wibawana
8 Februari 2025
0
8.4k

Tanpa Andalkan SPP, Gontor Sejahterakan Guru Lewat Unit Usaha

by admin
8 Februari 2025
0
4.8k

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia Wilayah Jawa Timur, Pusat penggerak dan pemberdayaan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia menuju sekolah efektif dan bermutu

Facebook Youtube Instagram

© 2025 JSIT  Indonesia Wilayah Jawa Timur

  • Dewan Redaksi | Ketentuan Web | Kebijakan Umum
No Result
View All Result
  • Artikel Anggota
  • Berita
  • Cari Anggota
  • Download
  • Grup Anggota Default
  • JSIT Jawa Timur – Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Berita
  • Keislaman
  • Kiprah
  • Kirim Artikel Baru
  • Login
  • Lupa Kata Sandi
  • Pendaftaran
  • Privacy Policy
  • Profil Saya
  • Profile
  • Program
  • Semua Grup
  • Syarat dan Ketentuan Web
  • Anggota

© 2023 jsit-jatim.com | - Media Digital JSIT Membangun Branding & Menebarkan Inspirasi by jsit-jatim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In