SURABAYA- Suasana haru menyelimuti aula PPQ SMPIT Permata Surabaya pada Sabtu, 1 November 2025. Di hadapan para guru dan teman-temannya, seorang santri muda bernama Faiq Al Umar Zain menuntaskan hafalan ziyadah 30 juz Al-Qur’an — sebuah capaian luar biasa yang menjadi bukti ketekunan dan cintanya pada kalamullah. Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk syiar kebaikan di tengah derasnya arus hiburan dan konten tak mendidik di media sosial.
Kegiatan Khotmul Qur’an dibuka dengan setoran terakhir Faiq dari surat Al-Jatsiyah ayat 23–32. Suaranya mengalun tenang, penuh kekhusyukan. Ketika doa penutup dilantunkan, suasana berubah haru. Isak pelan terdengar dari para hadirin saat Faiq memohonkan keberkahan untuk lembaga dan seluruh guru yang telah membimbingnya.

Sebagai bentuk penghormatan, Ustadzah Lutfiatul Ma’rifah, S.Pd., menyerahkan penghargaan kepada Faiq. “Ini adalah bentuk ikromu ahlil Qur’an — memuliakan para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya. Momen itu menjadi pengingat bahwa kemuliaan bukan sekadar pada prestasi akademik, tetapi pada mereka yang menjaga dan mengamalkan firman Allah.
Faiq sendiri tampak sederhana saat diwawancarai seusai acara. “Rasanya lega dan bahagia,” ucapnya dengan senyum tulus. Ia berpesan kepada teman-temannya untuk tetap istiqamah dan tidak mudah menyerah. “Yang penting niatnya karena Allah, terus berjuang walau sedikit demi sedikit,” tambahnya.

Ustadz Mochammad Hamzah Hidayat, S.P., selaku Koordinator Program Al-Qur’an SMPIT Permata, juga memberikan pesan inspiratif kepada para santri. “Sesuatu yang besar hanya lahir dari disiplin dan kerja keras. Para penghafal 30 juz memiliki kebiasaan yang sama — mereka memanfaatkan waktu tahfiz dengan maksimal dan rela memangkas waktu tidurnya demi menjaga hafalan,” tuturnya penuh semangat.
Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan bimbingan Allah SWT. Bagi keluarga besar PPQ SMPIT Permata, momen ini bukan hanya selebrasi, tetapi juga penegasan misi lembaga untuk menumbuhkan generasi yang cinta, hafal, dan hidup bersama Al-Qur’an.
Penulis: Pandji Maulana
