SIDOARJO – Suara langkah tegas dan teriakan komando menggema di antara pepohonan rindang Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan. Di situlah ratusan siswa SMPIT Insan Kamil Sidoarjo selama tiga hari (28–30 Oktober 2025) menjalani pengalaman tak biasa—mereka bukan sekadar belajar di ruang kelas, melainkan menempa diri di lingkungan penuh disiplin dan semangat juang tinggi.
Kegiatan yang dikemas dalam program Student Leadership Development (SLiDe) ini menjadi ajang pembentukan karakter bagi siswa kelas 7. Di tempat yang biasanya digunakan untuk melatih pasukan kepolisian elite, para siswa dilatih arti tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan sejati. Kepala SMPIT Insan Kamil, Fathur Rohman, menjelaskan bahwa program SLiDe bukan sekadar latihan fisik, tetapi sarana pembiasaan mental dan moral. “SLiDe merupakan kegiatan tahunan untuk menempa karakter kedisiplinan, tanggung jawab, sigap, dan daya juang yang tinggi,” ujarnya.

Di bawah arahan para pelatih Brimob, para siswa berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) dengan semangat luar biasa. Gerak langkah mereka semakin kompak, suara komando semakin mantap. Setiap detik latihan seolah menanamkan nilai-nilai ketegasan dan kerja sama dalam diri mereka. “Awalnya capek dan sulit, tapi lama-lama jadi seru. Kami belajar bagaimana satu barisan harus kompak dan saling mendukung,” kata salah satu peserta dengan senyum bangga.

Kegiatan semakin seru saat simulasi “Pasukan Huru-Hara” digelar. Para siswa berperan sebagai petugas lengkap dengan perlengkapan latihan, berhadapan dengan berbagai situasi simulatif. Tawa dan teriakan bercampur dengan semangat kompetitif, menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan. Malam harinya, suasana berubah menjadi haru ketika mereka berkumpul di sekitar api unggun. Cahaya api menari di wajah para siswa yang hening merenung, sebelum mereka bersama-sama melemparkan simbol kesalahan masa lalu dan berjanji menjadi pribadi yang lebih baik.

“Selama tiga hari di Pusdik Brimob Watukosek, aku tidak hanya mendapat pelatihan fisik, tetapi juga pelajaran berharga tentang disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan,” ungkap Habri, salah satu peserta. “Kami pulang dengan kenangan indah dan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dan mandiri.”
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tak hanya dibangun lewat teori, tapi juga melalui pengalaman nyata yang menantang fisik dan mental. Dari Brimob, para siswa SMPIT Insan Kamil belajar arti menjadi pemimpin—bukan dengan kekuasaan, melainkan dengan keteladanan dan semangat kebersamaan.
