Surabaya, 25 Agustus 2025 – Suasana berbeda tampak di SDIT Permata Surabaya pada hari Senin. Sebanyak 54 siswa kelas 4 mengikuti rangkaian sosialisasi dari berbagai instansi Pemerintah Kota Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan materi penting mengenai lingkungan hidup, pencegahan banjir, penanggulangan kebakaran, hingga mitigasi bencana.
Acara dibuka oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Para siswa dikenalkan tentang pentingnya pemilahan sampah. Narasumber menjelaskan bahwa sampah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah organik seperti sisa makanan dapat dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik sebaiknya didaur ulang. Adapun sampah B3, misalnya baterai bekas, perlu penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Sosialisasi ini mengajarkan anak-anak agar sejak dini peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dinas PU Sumber Daya Air Surabaya. Petugas menjelaskan dampak banjir dan cara pencegahannya. Banjir sering terjadi karena saluran air tersumbat sampah atau karena kurangnya resapan air di perkotaan. Anak-anak diajak memahami bahwa banjir bisa dicegah dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan secara rutin, dan menanam pohon di sekitar rumah. Penjelasan sederhana ini membuat siswa lebih sadar bahwa setiap orang memiliki peran dalam mencegah banjir.
Suasana semakin menarik ketika Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya memberikan sosialisasi tentang cara memadamkan api. Anak-anak diajarkan bahwa api dapat dipadamkan dengan berbagai cara, seperti menggunakan air, menutup api dengan kain basah, atau memakai alat pemadam api ringan (APAR). Petugas juga mengingatkan agar anak-anak tidak panik saat menghadapi kebakaran. Mereka harus segera mencari jalan keluar yang aman, tidak sembunyi di bawah meja atau lemari, dan segera menghubungi petugas damkar. Sosialisasi ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa karena mempersiapkan mereka untuk tetap tenang dan waspada menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan terakhir diisi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. Sosialisasi ini membahas tentang pencegahan bencana dan cara berlindung dari bencana. Petugas menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi, seperti melindungi kepala, berlindung di bawah meja, dan segera menuju tempat aman setelah guncangan berhenti. Selain itu, anak-anak juga diberi pengetahuan tentang evakuasi banjir, cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran, serta pentingnya mengikuti instruksi dari guru atau petugas penyelamat. Melalui penjelasan yang interaktif, siswa semakin paham bahwa keselamatan diri harus menjadi prioritas utama dalam setiap bencana.
Salah seorang siswa kelas 4A, Azka Raqila, merasa senang dengan kegiatan ini. “Saya senang sekali karena ilmunya bertambah. Jadi tahu cara berlindung dari bencana,” ucapnya dengan wajah gembira.
Hal senada juga disampaikan oleh Ustaz Kaspul, wali kelas 4B. Beliau menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat. “Sosialisasi seperti ini sangat bagus karena menambah wawasan anak-anak, mengajarkan cara memadamkan api, serta menumbuhkan cinta terhadap lingkungan. Harapannya, ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga dipraktikkan di rumah dan lingkungan sekitar,” ujarnya penuh semangat.
Rangkaian sosialisasi di SDIT Permata Surabaya membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya diperoleh dari buku pelajaran, tetapi juga dari pengalaman langsung yang bermanfaat. Melalui kerjasama dengan berbagai instansi, siswa mendapatkan bekal penting tentang kepedulian lingkungan, pencegahan banjir, keselamatan dari kebakaran, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan ilmu ini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang peduli, tanggap, dan siap menjaga masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Penulis Noviyanti Indah Mawaddah, S.Pd walas 4A
