Penulis: Indra Maya, S.Pd.Gr
Suasana berbeda terasa di kawasan Pakal, Surabaya, Sabtu siang 12 Juli 2025. Langit mendung dan udara sejuk menyambut kedatangan santri baru PPQ SMPIT Permata Surabaya. Jalan Cacat Veteran No. 39 tampak dipenuhi kendaraan yang membawa para santri beserta orang tua mereka menuju pondok pesantren Quran di Surabaya tersebut.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya tahun pelajaran baru 2025/2026 di SMPIT Permata Surabaya. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai dengan proses penyambutan santri, pemeriksaan barang bawaan, hingga sosialisasi visi misi sekolah kepada wali santri. Para musrif membantu memeriksa kelengkapan santri agar barang yang dibawa sesuai ketentuan, sementara orang tua mengikuti pemaparan program sekolah di aula.
Dalam sambutannya, Kepala SMPIT Permata Surabaya, Ustazah Indra Maya, S.Pd, menyampaikan bahwa sekolah memiliki visi besar dalam mencetak generasi bertakwa dan berkarakter pemimpin. Visi ini merujuk pada Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 74 sebagai inspirasi utama.
“PPQ SMPIT Permata ingin melahirkan pemimpin masa depan yang bertakwa. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi unggul dalam iman dan kepemimpinan,” jelasnya di hadapan para wali santri.
Sementara itu, KH. Mad Toha, S.Ag selaku Kepala Pesantren, mengajak orang tua untuk senantiasa mendoakan dan mengikhlaskan anak-anak mereka yang kini akan menimba ilmu di pondok pesantren Qur’an Surabaya tersebut.
Sistem pengasuhan di PPQ SMPIT Permata mengusung pendekatan “Asah, Asih, Asuh”. Ustaz Wahid Hasyim Amrillah, Lc., selaku Kepala Pengasuhan Santri menjelaskan bahwa Asah berarti tempat belajar ilmu agama dan pengetahuan umum, Asih mengajarkan santri untuk saling menyayangi karena hidup bersama 24 jam, dan Asuh menunjukkan bahwa pesantren menjadi mitra orang tua dalam mendidik anak-anak mereka.
Menjelang sore, suasana menjadi haru. Para orang tua tampak menahan tangis saat berpamitan dengan putra-putrinya. Surat cinta dan pesan khusus dituliskan sebagai bentuk dukungan dan kasih sayang.
“Belum nulis surat saja rasanya sudah harus mewek. Tapi saya berusaha tetap tersenyum di depan anak,” ungkap Bu Thatit, wali santri kelas 7, sembari menyeka air mata.
Kegiatan hari itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala Pesantren dan pembagian perlengkapan oleh wali kelas.
PPQ SMPIT Permata Surabaya terus berkomitmen menjadi pondok pesantren Quran yang tidak hanya mendidik ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter pemimpin dan pribadi tangguh. Semoga para santri diberikan kekuatan dalam menuntut ilmu dan selalu mendapatkan doa dari orang tua di rumah.
