SURABAYA – Suasana haru dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti para siswa SMPIT Permata hari Selasa (9/12). Sekolah kedatangan tamu istimewa, yakni perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya, yang terdiri dari bapak Maskun, Bapak Suparmo, Bapak Wildan, dan Bapak Rozaq. Para veteran ini memberikan sosialisasi wawasan kebangsaan kepada siswa SMPIT Permata Surabaya.
Dalam paparan yang hangat namun tegas, Pak Maskun meluruskan persepsi umum di kalangan siswa. Beliau menjelaskan bahwa meski seorang Veteran pastilah TNI, namun anggota TNI belum tentu seorang Veteran, karena gelar tersebut disematkan pada mereka yang memiliki pengalaman juang khusus dalam membela negara.
Makna Kemerdekaan dan Peran Santri
Lebih jauh, narasumber menekankan makna mendalam dari kata “Merdeka”. Menurutnya, merdeka berarti bebas dari segala gangguan dan rasa takut.
”Jika tidak merdeka, kita akan selalu dihantui rasa takut akan penjajah. Oleh karena itu, merdeka adalah cita-cita luhur bangsa yang harus dijaga,” tegasnya di hadapan para siswa.
Beliau juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan hasil kerja satu kelompok saja. Semua kalangan memiliki andil besar, termasuk peran krusial para Ulama dan Santri yang bahu-membahu berjuang di medan pertempuran demi kedaulatan bangsa.
Syukur dengan Prestasi dan Adab
Pesan utama sosialisasi ini ditujukan langsung kepada para pelajar sebagai generasi penerus. Veteran tersebut mengajak siswa SMPIT Permata untuk bersyukur atas kebebasan menuntut ilmu saat ini. Cara bersyukurnya bukan dengan hura-hura, melainkan dengan semangat belajar yang tak terbatas waktu.
”Jika pelajar Indonesia pintar, maka tidak ada bangsa yang berani menjajah kita lagi. Anak Indonesia harus punya cita-cita yang lebih tinggi dibanding nenek moyangnya,” pesannya yang disambut tepuk tangan meriah.
”Jujur merinding pas dibilang kalau bangsa lain nggak akan berani jajah kalau pelajarnya pintar. Rasanya jadi punya tanggung jawab besar buat nggak malas-malasan lagi di kelas.” — tutur Aisyah siswa Kelas 7.
Tak lupa, beliau menanamkan nilai-nilai karakter (adab). Siswa diminta untuk senantiasa hormat dan taat kepada guru yang telah berjasa mencerdaskan mereka, serta saling menyayangi antar sesama teman demi menjaga persatuan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memantik api semangat siswa SMPIT Permata untuk tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kokoh dalam karakter kebangsaan dan agama.
Penulis: Iis Avriyanti, S. Pd.
