SDIT Permata Ngoro Mojokerto tutup MPLS 2025 bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Polisi hadir memberi motivasi, siswa dan wali murid deklarasi Generasi Anti-Bullying.
Mojokerto – Suasana berbeda tampak di halaman SDIT Permata Ngoro yang berlokasi di Perumahan Graha Tama Persada. Seorang polisi dari Polsek Ngoro hadir memberikan motivasi kepada para Sholih Sholihah, sebutan untuk siswa-siswi SDIT Permata Ngoro. Kehadiran beliau menjadi momen istimewa pada puncak penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025 yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Mewujudkan Generasi Anti-Bullying” ini diikuti dengan antusias oleh para siswa. Mereka aktif bertanya seputar perilaku baik dan cara menghindari bullying. “Pak, bagaimana bisa jadi anak baik?” tanya salah satu siswa polos namun menggelitik.
Tidak hanya anak-anak, para orang tua yang hadir pun terlibat dalam sesi tanya jawab mengenai isu bullying yang kerap muncul akibat pengaruh gadget. Salah satu wali murid mengungkapkan pentingnya edukasi dini untuk mencegah perilaku negatif sejak usia sekolah dasar.
Sebagai bentuk komitmen bersama, acara diakhiri dengan deklarasi anti-bullying. Perwakilan paguyuban wali murid menandatangani komitmen, disusul cap jari siswa secara bergantian menggunakan finger paint. Momentum ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Pihak sekolah berharap kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian, dapat terus terjalin guna mendukung program pemerintah dalam bidang pendidikan karakter. Dengan adanya deklarasi yang melibatkan guru, siswa, orang tua, dan pihak kepolisian, SDIT Permata Ngoro berkomitmen melahirkan generasi berakhlak mulia sekaligus anti-bullying.
