Penulis: Velinda Laily Amalia
SURABAYA – Belajar tak harus selalu di dalam kelas. Inilah yang ditunjukkan SMPIT Permata Surabaya lewat kegiatan Outdoor Learning (OL) bertajuk “Saatnya Eksplorasi Gresik!” pada Selasa, 23 September 2025. Seluruh siswa-siswi diwajibkan mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan realitas di lapangan.
Dengan wajah antusias dan semangat tinggi, para siswa berangkat dari sekolah sejak pagi menuju Kota Gresik. Mereka tidak hanya diajak menikmati perjalanan, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam bidang IPS, Bahasa Indonesia, Prakarya, PJOK, hingga Bahasa Jawa, sesuai capaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Sebelum keberangkatan, sehari sebelumnya siswa mengikuti Pra OL berupa briefing dan tanya jawab bersama guru untuk memastikan persiapan matang. Agenda pertama di Gresik adalah trip budaya bersama Pak Kris, seorang budayawan setempat. Para siswa diajak menjelajah sejarah Kota Gresik melalui kunjungan ke berbagai lokasi seperti klenteng, rumah industri sarung, Bandar Grissee, hingga Masjid Jami’. Penjelasan sejarah ini membuka wawasan baru tentang hubungan erat Gresik dengan Surabaya di masa lalu.
Kegiatan berlanjut dengan sesi olahraga air. Siswa laki-laki menuju Dynasty Waterpark, sementara siswi perempuan diarahkan ke Surya Waterboom Gresik. Dengan didampingi para guru, termasuk Ketua Yayasan Pendidikan Islam Permata Surabaya, Ustazah Lutfiatul Ma’rifah, S.Pd., mereka melakukan pemanasan dan penilaian keterampilan berenang. “Kalau belum mencoba, jangan bilang tidak bisa,” pesan beliau kepada para siswi yang tampak antusias mencoba berbagai teknik renang.

Outdoor Learning ini diharapkan memberi pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, sekaligus bermakna. Sebagai tindak lanjut, siswa akan membuat laporan kegiatan sebagai bagian dari penilaian Pasca OL, memastikan pembelajaran benar-benar menyatu dengan pengalaman hidup mereka.
